Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Ilustrasi: I Gede Sujana
kita menghapus kabut bersama. jalan masih jauh
sebentang pikir yang bersarang. tanjung masih
berdebu untuk mengurai maksud. temali masih
tergulung menyepi di sudut perahu.
namun kita ingin menuju ke sana. harapmu gigih
membukanya. menaburkan benih-benih mimpi,
menyuburkan arti demi arti. sampai apapun, sampai
menuju kepadamu.
Selatpanjang, 2023
wajah bukan semata harapan, lupakan!
bayangnya hanya racun untuk hatimu
kembali getar. akan luluhlah segalanya
hingga tak ada yang harus disimpan.
lupakan tanpa apapun menghimpun hati.
lupakan segala gejalanya. pandangnya
hanya memberatmu. sinyalnya menjadi
lekat ke matamu.
ucapan tidak langsung menjadi harap,
lupakan! kau memendam racun tanpa
ampun. menjalar cepat ke nadimu.
mengucap apapun ia tanpa tahu kau
diam-diam larut kembali.
maka, lupakan. lupakan apapun kini.
Selatpanjang, 2023
adakah yang menghapus jejakmu? mungkin hanya angin
dari arah batu berdaun. diam-diam menyapu pasir hingga
jejak itu tertimbun atau biji-biji timah yang tak lagi tampak
membenamkan jejak-jejak itu.
tapi tidak, selama langit masih biru dan awan masih putih,
atau lautan singkep masih gulung-bergulung, jejakmu
masih ada di sana. berkisah apapun untuk kita kira.
untuk kita ungkap di masa yang berlumut.
adakah yang menghapus senyummu? mungkin kata-kata
bersimpuh di mata. ia membacamu jauh-jauh, menerjemahkan
luka atau hura, menafsir riang atau sakit, menjelmakan
mimpi atau sangsi.
tapi tidak, senyummu tetap ada bersama angin laut yang
sangkut di cemara-cemara sepanjang batu berdaun.
burung-burung akan tertawa, bersiut-suit untuk mengungkap
makna demi makna.
Selatpanjang, 2023
Kita menghapus kabut bersama sampai menuju kepadamu.
tak ada hujan hari ini. matamu juga tak seperti mendung.
yang menggantung. cerah telah lurus datang membawa
debar-debar kita. ungkapnya hanya menjadi tanda.
matamu tidak gerimis. seperti hari-hari lalu yang mendung.
ungkapmu bukan lain dari rasa itu. terpendam dalam
di lubuk. menggumpal keras di haruk.
tak ada gerimis hari ini. begitu pula matamu yang bening itu.
menatapku lama, menyiratkan makna sesuatu. tanpa ampun
dan begitu lekas semuanya terhapus.
Selatpanjang, 2023
kembali ke selatpanjang hanya menyuruhku
menahan ungkap. datang menujumu menjadi
duka tanpa cerita. sebab kisah telah kita kubur
bersama dulu dalam tanah gambut itu.
datang menujumu semacam tanda lain. segala
jenuhku lepas dan kau tiba-tiba ada bersama
luka-lukaku dan hampa-hampaku. semenjak
apakah aku kembali? semenjak rasa dan ungkap
tak terbendung.
Selatpanjang, 2023
Baca juga: Puisi-puisi Dien Wijayatiningrum
Baca juga: Puisi-puisi Acep Zamzam Noor
Baca juga: Puisi-puisi Joni Hendri
Riki Utomi, pesastra, lahir di Pekanbaru, Riau, 19 Mei 1984. Alumnus Universitas Islam Riau. Buku kumpulan puisinya Amuk Selat (2020). Buku kumpulan cerpennya Mata Empat (2013), Mata Kaca (2015), Sebuah Wajah di Roti Panggang (2017), dan Anak-Anak yang Berjalan Miring (2020). Puisi-puisinya tersiar di sejumlah surat kabar nasional dan daerah. Kini bekerja dan bermukim di Selatpanjang. (SK-1)
Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” karya Akromah Zonic menyoroti objektifikasi, pengawasan sosial, dan nilai tubuh perempuan melalui lirik reflektif yang kuat dan menyentuh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
Kontribusi Chairil Anwar lewat puisi tersohor seperti Aku, Doa, dan Derai-Derai Cemara menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir.
Falcon Pictures ingin menghadirkan kembali sosok Chairil bukan hanya sebagai sastrawan, tetapi sebagai manusia yang mencintai, memberontak, dan hidup sepenuh tenaga.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Kini, sejumlah fasilitas pendukung kesejahteraan satwa telah terealisasi di PLG Sebanga.
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Riau berhasil menangkap 15 tersangka sindikat perburuan satwa liar lintas provinsi yang terkait dengan kasus gajah sumatra di PT RAPP.
Kejagung menggeledah puluhan lokasi di Riau dan Medan terkait dugaan korupsi ekspor CPO dan turunannya periode 2022–2024. Penyidik menyita aset tanah, pabrik sawit, hingga alat berat.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved