Sajak-sajak Baltasar Lukem 

Di Emperan Toko 

Seorang nenek yang bungkuk 
berdiri di emperan toko kelontong, 
bermantel usang, berkerudung lusuh. 
raut wajah lelah, tatapan mata kosong 
penuh iba, menanti sedekah peziarah kota. 

Rambut memerak 
memandang pucat masai 
lusuh keriputmu, aku tak tega. 
Batin terusik, melihat tubuh lusuh, 
angin utara musim dingin menerpa. 

Gerangan apa memaksamu; 
mengais rezeki di tugu emperan 
tak ada siapa yang menopangmu, 
pada penghujung ziarah di bumi fana. 
Anak, cucu, relawan kota di manakah? 

Pada mezbah yang ranum 
telapak tangan bergemetar kedinginan, 
kuletakkan kasih sembari tersenyum simpul, 
"Selamat Hari Perempuan," bisikku, perlahan. 

Sukacita 
pancaran sinar kasih, 
sayu tak terbendung gita. 
Penuh syukur, terbesit bibir retak. 
"Terima kasih, semoga Tuhan melindungi," balasnya. 

Sepenggal doa tulus 
ungkapan hati nan ikhlas 
perempuan berhari senja 
mengetuk pintu bait Tuhan, 
berkat bagi insan penolong. 

8 Maret 2021 


Tahun Baru 

Di malam tahun baru, 
keluarga bersatu dadu.
Berbusana serba baharu,
dalam semangat sendu. 

Di malam tahun baru,
di meja perjamuan semua bersama.
Nikmati hidangan penuh suka cita, 
hasil keringat bapak, mama. 

Di malam tahun baru,
acara bertukar kado seru. 
Tak dipandang isinya apa,
cinta terpahat di hati sesama. 
 
Di malam tahun baru, 
marilah bersenda gurau. 
Dalam permainan kita beradu, 
sambil menanti peralihan waktu. 

Di malam tahun baru, 
beramai ke jantung kota. 
Semua orang bersatu padu, 
menerima sesama sebagai saudara. 

Di malam tahun baru, 
berkumpul kelilingi pohon natal 
Mari bersama dendang lagu, 
ungkapan rasa saling cinta. 

Di malam tahun baru, 
bunga api mencakar angkasa. 
Mari mengatupkan tangan merapal doa, 
menunaikan syukur kepada Sang Pencipta. 

5 Maret 2021 


Imago Dei 

Manusia, 
kaulah Imago Dei¹
titipan terindah Allah 
serupa Sang Pelukis Agung 
kau dicipta, maha karya tak tertandingi 
segala rupa karya di wuwungan langit semesta. 
 
Manusia, 
kaulah Imago Dei
mampu mencinta dan dikasihi. 
Memuja Tuhan segenap hati, jiwa, raga,
serta mengasihi sesama, tulus, jujur seadanya.

Manusia,
kaulah Imago Dei
seperti lukisan terindah 
di bentangan kanvas putih. 
Menawan, menarik rupa, tampilannya 
melebihi ciptaan lain di bumi yang asing. 

Manusia, 
kaulah Imago Dei
bermahkota akal budi 
tuk berpikir dan mencipta. 
Tinggalkan jejakmu sebelum 
berpamitan. Torehkan seutas jasa, 
prestasimu bertinta emas berwarna, 
pada loh batu kenangan, biarkan abadi. 

¹] Imago Dei; citra atau gambaran Allah
 
9 Maret 2021 

 

Pesta 

Di malam 
pesta agung meriah,
warga kota merayakan 
kemenangan perang bersejarah. 
Polisi, tentara, sibuk menata, menjaga, 
siap menilik bila terjadi percikan kembang api. 
 
Kawula muda bersolek 
di jalan-jalan bertumpah ruah,
bersorak sorai, menari gembira.
Kakek nenek bercanda tawa di rumah, 
menikmati vodka ala kadar dan takarnya. 
 
Dentuman meriam 
bergemuruh riuh, pertanda 
acara dimulailah sudah. Marilah kita 
bernyanyi, diiringi garmoshka dan balalaika¹. 


[1] Garmoshka, alat musik akordeon khas Rusia, ditemukan pertama kali di St. Petersburg pada 1783. Balalaika, alat musik petik, terdiri dari tiga senar. 

6 Maret 2021 


Gereja Berdarah 

Menjulang tinggi, 
berdiri di kening kota 
rupamu pukau pengunjung.  
menarik seribuan pasang mata.
Tak tertanding rupa dan gaya dunia, 
di sini, berdiri abadi di bumi Tsarisina. 

Mereka menyebutmu; 
Gereja Berdarah, tak salah; 
sudah termaktub kitab sejarah, 
di sini, sang raja menumpahkan darah. 

12 Maret 2021 


Rindu I 

Indonesia tanah tumpah darah,
terukir bak lukisan di lengkung kalbu. 
Tak akan kulupakan selamanya, hingga 
jiwa terpisah raga, abu tertukar debu. 

Ke Petersburg aku berkelana, 
segudang harapan dalam dada. 
Merajut persahabatan penuh mesra, 
demi cita kemanusiaan kita bersama. 

Kota, desa kujelajahi, 
kampung, dusun kususuri. 
Mewartakan cinta damai sejati, 
kerinduan bersarang di patal hati. 

Kepada negeriku tercinta, 
menitip rindu memendam rasa. 
Mengalunkan rayuan pulau kelapa 
dalam nada Indonesia, Tanah Air. 

5 Maret 2021 


Rindu II 

Awan tebal di batas desa,
diterbang angin ke jantung kota.
Hitam pekat warnanya, laksana kepulan 
kabut asap dari hutan rimba. Hujan putih bakal 
mencumbui bumi segera, menghias jalan-jalan, 
memahkotai atap-atap rumah tua di ujung musim. 
 
Impian menyantap 
sinar mentari pagi terasa hampa,
asupan sinar ultraviolet pun tertunda.
Tak perlu marah dan gusar pada alam raya, 
atau awan di langit sana. Gandakan kesabaran 
dalam menanti saatnya, segala sesuatu ada waktunya. 
 
4 Maret 2021  

 

 

 

 

Baltasar Lukem, seorang Rohaniawan Katolik, lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 11 Januari 1969. Ia suka membaca, menulis, dan mengunjungi museum. Sejak 1999 sampai sekarang menjalankan tugas misi keagamaan di Rusia. Pada 2000-2012, dia  bertugas misi di Moskwa dan Vologda. Pada 2012-kini, menjalankan tugas misi di St Petersburg. Puisi-puisi Baltasar ini tergabung dalam antologi puisi Doa Tanah Air: suara pelajar dari Negeri Pushkin yang akan segera diterbitkan. Kini tinggal dan bekerja di St Petersburg.