Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA memadati Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, sejak Senin, 11 Maret 2024 pagi. Nuansa Ramadan membawa berkah bagi pedagang dan penjual di pusat mode Jakarta itu.
Pantauan Medcom.id, Pasar Tanah Abang sudah dibanjiri pengunjung sejak pukul 10.00 WIB. Sebagian besar di antara mereka hendak mencari pakaian baru untuk Lebaran nanti.
Di Blok A, B, C, F, dan G Pasar Tanah Abang. Hampir seluruh ruas jalan pasar disesaki pengunjung yang silih berganti. Rupanya, awan mendung dan rintik gerimis tidak menyurutkan semangat mereka.
Baca juga : H-3 Ramadan Harga Cabai Merah Melambung di Aceh
Menariknya, keramaian itu tidak hanya terpusat di Pasar Tanah Abang. Melainkan juga hingga di Jembatan Penyeberangan Multiguna Tanah Abang.
Salah satu pedagang, Ismail, menyebut omzetnya melonjak dalam beberapa hari terakhir. Lonjakannya mencapai beberapa kali lipat dari biasanya.
"Ya biasa mungkin sekian, sekarang bisa tiga kali lipat. Kalau lagi ramai lima kali lipat pernah juga," jelas dia.
Baca juga : Pedagang di Malang Enggan Menstok Beras Jelang Ramadhan
Ismail enggan mengungkapkan angka detailnya. Namun dia bersyukur dagangannya laku keras menjelang Ramadan. "Kalau bisa mah setiap hari juga pemasukan besar-besar terus," kelakar dia.
Nur Syifa (34) merupakan salah satu pengunjung yang datang sejak pagi. Ibu dua anak itu mengaku sengaja mencari baju baru untuk keluarganya saat H-1 Ramadan.
"Saya dengar baju banyak diskon karena musim Lebaran. Datang pagi biar bisa banyak dan lama lihat-lihat," kata Nur saat berbincang Medcom.id di lokasi, Senin, 11 Maret 2024.
Baca juga : Dua Pekan Jelang Ramadan, Harga Beras di Cianjur belum Turun
Nur menyebut dirinya memborong beberapa potong pakaian untuk kedua anaknya, Raihan dan Putri. Tidak ketinggalan membeli beberapa baju gamis serta baju koko untuk suaminya.
"Alhamdulilah senang karena bagus-bagus dan murah. Mereka (Raihan dan Putri) senang juga," ujar dia.
Senada, pengunjung lainnya, Muhammad Azis mengaku lebih tertarik datang langsung ke Pasar Tanah Abang. Sebab, dia bisa melihat langsung model, bahan, warna, hingga ukuran yang sesuai dengan dirinya.
Baca juga : Jelang Ramadan Harga Bawang Merah Merangkak Naik
"Kalau di-online kadang warnanya beda, ukurannya salah, modelnya tidak cocok," papar dia.
Azis bersyukur H-1 Ramadhan bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi hari ini. Sehingga pria yang tinggal di Jakarta Timur itu bisa membeli kebutuhan sandangnya lebih dulu.
"Misalnya terlalu mepet (Lebaran), takut tidak ada waktu," jelas dia. (Z-7)
SEORANG pria berinisial TW menjadi korban dugaan penipuan investasi lahan parkir di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Korban diduga mengalami kerugian hingga Rp500 juta.
Prabowomeminta agar seluruh layanan kereta api menjamin keamanan, kenyamanan, dan kebersihan, baik di gerbong maupun stasiun.
Motif pelaku melakukan tindakan tersebut karena merasa kesal, korban dan rekan-rekannya memaksa masuk dan merusak gerbang di lokasi yang dijaga oleh kelompok pelaku.
Polisi menangkap pelaku pengeroyokan dan penembakan terhadap seorang pengacara di
Korban seorang pria berinisial WA mengalami luka tembak di bagian punggung kanan atas dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Seorang pengacara berinisial WA menjadi korban pengeroyokan dan penembakan di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi telah memeriksa 40 saksi,
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Konsep KTR tidak semestinya diberlakukan secara kaku tanpa membaca kultur ekonomi di lapangan.
Koalisi UMKM menandatangani petisi bersama yang mendesak DPRD DKI tidak terburu-buru mengesahkan Raperda KTR sebelum mengecek langsung kondisi lapangan.
PARA petani Kabupaten Lebak, Banten, menyambut positif pengoperasian gerbong kereta api (KA) petani dan pedagang di wilayahnya.
Penataan dilakukan untuk memberikan ruang usaha lebih layak dan representatif bagi para pedagang, sekaligus menjaga fungsi ekologis taman.
Ratusan lapak itu dikuasai oleh beberapa orang untuk dijual kembali ke pedagang kecil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved