Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN warga berziarah ke makam Al Habib Alwi Bin Abdillah Bin Sahil Jamalullail yang terletak di tengah Masjid Raya Desa Bonde, Kecamatan Campalagian saat Ramadan dengan harapan mencari berkah di bulan suci ini.
Ustaz Muhammad Hikman, salah seorang peziarah mengaku melakukan ziarah sebagai bentuk penghargaan kepada ulama yang telah berjuang menyebarkan agama islam di tanah Mandar dan juga menambah pengetahun tentang perjuangan ulama terdahulu dalam menyebarkan agama Islam.
"Ziarah ini agenda tahunan sebenarnya. Dan kami punya keyakinan bahwa silaturahmi bukan hanya buat orang hidup, tapi mereka yang lebih awal kembali ke Rahmatullah, tapi di khususkan kepada beliau para ulama, kyai, habaib yang nota bene adalah pejuang agama di tanah Mandar," ujarnya.
Baca juga : Doa Ziarah Kubur untuk Seluruh Keturunan Nabi Adam
Sejak awal Ramadan makam ini selalu ramai di kunjungi oleh warga untuk berziarah. Didepan makam, warga melantunkan zikir dan doa untuk mendoakan sang ulama. Warga yang datang ini berasal dari berbagai wilayah Kecamatan Balanipa mapun dari berbagai daerah lainnya.
Saba Hannur, peziarah lainnya mengaku berziarah saat Ramadan terasa berbeda, lebih tenang dan bisa lebih khusuk saat berdoa. "Ziarah saat Ramadan sangat berbeda, dan kami melakukan ziarah ke makam para ulama ini agar masyarakat lebih mengetahui syiar agama Islam pada jaman dahulu," katanya.
Al Habib Alwi Bin Abdillah Bin Sahil Jamalullail merupakan ulama penyebar agama Islam pertama di tanah Mandar pada abad ke 18 silam. Letak makamnya berada di tengah Masjid Raya Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Baca juga : Panji Soeharto Berziarah ke Makam Sang Kakek Presiden Ri ke-2 Soeharto
Menurut pihak masjid, awalnya makam ini berada diluar masjid, namun karena masjid mengalami renovasi perluasaan area sehingga makam ini berada di dalamnya.
Al Habib Alwi Bin Abdillah Bin Sahil Jamalullail dikenal dengan sebutan 'Puang Towa' (orang yang dituakan), lahir di Lasem, Pati, Jawa Tengah pada tahun 1835 M, ayah beliau bernama Sayyid Abdullah bin Husain bin Sahl dan ibunya Raden Ayu Habibah, Pati Lasem Al Munawwar, yang masih memiliki garis keturun arab.
Semenjak kecil beliau belajar agama pada sang ayah di tempat kelahirannya. Kemudian ia diminta sang ayah untuk berangkat ke Timur Tengah untuk mendalami ajaran islam. Setelah kembali dari Timur Tengah, beliau sempat ke Batavia, kemudian berdagang ke pulau Sulawesi dan hingga akhirnya berlayar ke tanah Mandar.
Baca juga : Jelang Ramadan, ISN Undang Ustazah Internasional Shuaib dari Amerika Serikat
Beliau menginjakkan kakinya di tanah Mandar pertama kali di daerah Manjopai (kampung jejak peninggalan majahapahit) Pada tahun 1859 hingga 1900 M. Selain terkenal sebagai sosok pendakwah islam sejati ditanah Mandar, juga dikenal sebagai tokoh habib. Hidupnya dihabiskan dalam berdakwah.
Kedatangan Habib Alwi disambut baik oleh masyarakat Mandar, yang sebelumnya juga sudah memeluk agama islam, akan tetapi masih banyak yang berpaham 'animisme' yang bertentangan dengan akidah islam.
Dalam berdakwah dan menyebarkan agama islam di tanah Mandar beliau selalu didampingi oleh murid-muridnya, termasuk murid yang bernama Ambol, karena kesungguhannya belajar dan mengabdi. Habib Alwi memberi nama yang lengkap kepada pengawalnya, dari nama Ambol menjadi Muhammad Tahir, sekarang dikenal 'Imam lapeo' salah satu ulama karismatik yang juga sangat terkenal di pulau Sulawesi.
Jasanya dalam mensyiarkan islam di tanah Mandar kemudian di wariskan kepada muridnya yakni imam Lapeo.
Beliau wafat pada tanggal 24 Dzulhijjah 1352 Hijriayah atau 9 April tahun 1934 masehi dalam usia 99 tahun. Hingga kini makamnya masih terus ramai didatangi oleh peziarah untuk berwisata religi.(Mhd/H-2)
Dalam Islam, ziarah kubur dianjurkan karena mengingatkan pada kematian dan akhir kehidupan, melunakkan hati dan menumbuhkan keimanan
Ziarah kubur: Tata cara lengkap & bacaan mustajab. Pelajari adab, niat, dan doa ziarah kubur yang benar sesuai sunnah. Raih keberkahan & pahala berlimpah!
Ziarah kubur sesuai sunnah: adab, niat, & doa mustajab! Panduan lengkap ziarah kubur yang menenangkan hati & mendekatkan diri pada Allah. Klik sekarang! lihat selengkapnya
Ziarah kubur sesuai sunnah: Tata cara lengkap, adab, dan doa mustajab. Raih keberkahan & ampuni dosa almarhum. Klik & pelajari sekarang!
Ziarah kubur orang tua: Adab, doa, & tata cara lengkap sesuai sunnah! Raih keberkahan & ampunan untuk almarhum/almarhumah. Klik sekarang! lihat selengkapnya
Panduan lengkap cara membaca Yasin saat ziarah kubur: adab, urutan bacaan, dan doa mustajab. Amalkan agar ziarah lebih bermakna! Klik untuk detailnya.
PETINGGI Al-Azhar Kairo menyampaikan apresiasi tinggi kepada Indonesia atas komitmen dalam percepatan dan pengembangan SDM unggul yang moderat
"Jadi hubungan antara ulama dengan umara itu dalam periode ini sangat bagus ya. Saya kira itu sangat positif untuk bangsa kita seperti sekarang ini,"
DALAM pertemuan ilmiah para ulama dan ahli fikih yang digelar di Pesantren Al-Arbain Demak, para ulama dan ahli fiqih meyoroti tentang klaim keturunan nasi Muhammad SAW di masyarakat.
Selain kapasitasnya sebagai pendakwah nasional, kreativitas Ustaz Abdul Somad dalam mengemas pesan agama menjadi poin utama penilaian.
ASOSIASI Ma’had Aly Indonesia (AMALI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di bawah kepengurusan masa khidmat 2026–2030 di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an
BNPT mengunjungi pondok pesantren asuhan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah, Kamis (20/11/2025).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved