Jumat 16 April 2021, 21:59 WIB

Ini Ketentuan Beribadah di Masjid Istiqlal Selama Ramadan

Putri Anisa Yuliani | Ramadan
Ini Ketentuan Beribadah di Masjid Istiqlal Selama Ramadan

Antara/M Risyal Hidayat
Masjid Istiqlal

 

DI masa Ramadan tahun ini, Masjid Istiqlal masih menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Tahun lalu, masjid terbesar se-Asia Tenggara itu tutup total karena sedang direnovasi.

Tahun ini, sebagian renovasi telah selesai sehingga, area masjid sudah bisa digunakan untuk masyarakat umum yang hendak beribadah. Namun, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menegaskan, pihaknya melakukan sejumlah pembatasan guna mencegah penularan covid-19.

Contohnya adalah pembatasan jumlah jemaah yang bisa berada di masjid hanya 2 ribu orang. Jumlah ini hanya 1% dari kapasitas maksimal masjid sebesar 200 ribu orang. Pembatasan ini disebabkan pintu yang dapat dilalui pengunjung hanya 1 yakni pintu utara. Sementara pintu-pintu lainnya masih ditutup berkenaan dengan kegiatan renovasi yang masih berlangsung.

"Karena pengunjung itu nantinya hanya akan melalui satu pintu dan satu tangga itu. Di saat keluar masuk itu akan terjadi lalu lalang yang kita khawatirkan terjadi penularan," kata Nasaruddin dalam Dialog Produktif Kabar Jumat dengan tema 'Protokol Kesehatan Di Bulan Ramadhan', Jumat (16/4).

Baca juga : Hikmah Puasa dan Qiyamul Lail di Bulan Ramadan

Dalam dialog yang dilakukan secara virtual itu, Nasaruddin juga menjelaskan pihaknya terpaksa meniadakan kegiatan iktikaf atau bermalam di masjid untuk beribadah selama Ramadan. Menurutnya, kegiatan tersebut sulit untuk diawasi karena keterbatasan petugas. Terlebih peminat ibadah iktikaf di Masjid Istiqlal tidak hanya datang dari Jabodetabek tetapi dari hampir seluruh wilayah di Indonesia.

"Selain itu, buka puasa dan sahur juga ditiadakan," ungkapnya.

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar memaklumi kondisi ini. Nasaruddin pun mengimbau kepada masyarakat agar dalam situasi pandemi ini, masyarakat memilih menghindari mobilitas dan kerumunan.

"Memang beribadah di masjid adalah suatu kemuliaan. Tetapi bila beribadah itu justru menimbulkan suatu kemaslahatan, kita tahu bila ke masjid akan menimbulkan potensi kerumunan dan penularan lebih baik tidak dilakukan. Karena bila kita tertular, mungkin kita sehat karena kasih muda. Tapi berbahaya jika menularkan ke orangtua kita," paparnya. (OL-7)

Baca Juga

Antara/Yulius Satria Wijaya.

E-commerce yang paling Dicari Konsumen selama Ramadan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 16:00 WIB
Posisi itu diikuti Tokopedia 18% dan Lazada 4%. Situs belanja online lain yang juga disebut konsumen ialah Bukalapak, Blibli, dan...
Ist

Masyarakat Puas Kinerja dari Pemerintah dan Polisi Tangani Arus Mudik

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 15 Mei 2022, 21:22 WIB
Masyarakat merasakan puas atas kinerja dari Pemerintah Indonesia dan Polri terkait hal penanganan dan penyelenggaraan arus mudik Hari Raya...
DOK Pribadi.

Program Ramadhan Brand Berbagi Salurkan 1.000 Lebih Paket

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 09 Mei 2022, 21:50 WIB
Harapannya, seluruh donasi yang diberikan dapat menjadi berkah, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga untuk perusahaan sebagai...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Rabu, 25 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN