Senin 12 April 2021, 15:00 WIB

Muhammadiyah: Salat di Rumah saja pada Daerah Penularan Covid-19

Humaniora | Ramadan
Muhammadiyah: Salat di Rumah saja pada Daerah Penularan Covid-19

ANTARA/WAHYU PUTRO
Warga mengamati tulisan yang ditujukan kepada tenaga medis di depan Wisma Atlet Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Pengurus Pusat Muhammadiyah menyatakan bagi masyarakat yang di sekitar tempat tinggalnya terdapat penularan covid-19, salat berjamaah, baik salat fardu, salat Jumat, maupun salat Tarawih dilakukan di rumah masing-masing untuk menghindari penularan virus korona.

Namun, jika tidak ada penularan, salat berjemaah dapat dilaksanakan di masjid, musala, langgar atau tempat lainnya dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Selain itu, kajian atau pengajian yang beriringan dengan kegiatan shalat berjamaah dapat dilakukan dengan mengurangi durasi waktu agar tidak terlalu panjang dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Namun jika di wilayah tersebut ada kasus positif covid-19, kajian atau pengajian sebaiknya dilakukan secara daring atau membagikan materi ke jamaah di rumah," tulis Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (12/4).

Selain itu, vaksinasi boleh dilakukan saat berpuasa dan tidak membatalkan puasa karena diberikan tidak melalui mulut atau rongga tubuh lainnya, seperti hidung serta tidak memuaskan keinginan dan bukan merupakan zat makanan yang mengenyangkan.

Pasien yang terkonfirmasi positif covid-19, termasuk bagi yang tidak bergejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG) tidak wajib menunaikan puasa.

"Puasa Ramadan wajib dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik. Orang yang terkonfirmasi positif covid-19, baik bergejala dan tidak bergejala (OTG) masuk dalam kelompok orang yang sakit," ujar Haedar.

Haedar menjelaskan hal itu tercantum dalam poin pertama dalam Surat Edaran PP Muhammadiyah tentang Ibadah Ramadhan 1442 Hijriah.

Baca juga: BBKSDA Jawa Timur Terima Translokasi 7 Ekor Lutung Budeng

Selain pasien positif covid-19, Muhammadiyah juga mengecualikan para tenaga kesehatan untuk wajib berpuasa.

Untuk menjaga kekebalan tubuh dan dalam rangka berhati-hati guna menjaga agar tidak tertular COVID-19, tenaga kesehatan dapat meninggalkan puasa Ramadan dengan ketentuan menggantinya setelah Ramadan. (Ant/H-3)

Baca Juga

Dok. Amy Maulana

Takbir dan Salawat Bergema Sambut Idul Fitri di Dagestan Rusia

👤Humaniora 🕔Senin 17 Mei 2021, 08:00 WIB
Tradisi lebaran masyarakat muslim Dagestan yang unik adalah mengunjungi keluarga atau tetangga yang tahun ini berduka ditinggalkan mati...
ANTARA/ADENG BUSTOMI

Ketupat Lemak, Menu Wajib Lebaran di Kubu Raya

👤Humaniora 🕔Jumat 14 Mei 2021, 10:31 WIB
Ketupat lemak merupakan beras ketan yang dimasukkan ke dalam daun kelapa yang sudah di anyam. Beda dengan ketupat, pada umumnya ketupat...
Antara

Ketua DPR: Idulfitri Momentum Perkuat Solidaritas

👤Putra Ananda 🕔Kamis 13 Mei 2021, 13:59 WIB
Apalagi saat pandemi covid-19, menurut Puan penting untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara di sekeliling kita. Terutama mereka yang...

RENUNGAN RAMADAN

TAFSIR AL-MISHBAH

2021-06-19

JADWAL IMSAKIYAH
Sabtu, 19 Jun 2021 / Ramadan 1442 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:36 WIB
Subuh : 04:46 WIB
Terbit : 06:00 WIB
Dzuhur : 11:54 WIB
Ashar : 15:16 WIB
Maghrib : 18:01 WIB
Isya : 18:57 WIB

TAUSIYAH