Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
MISI perdamaian berubah menjadi tragedi. Dua prajurit TNI gugur saat menjalankan tugas pengawalan konvoi kendaraan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di wilayah rawan konflik Libanon Selatan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, mengungkapkan insiden bermula ketika Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL menjalankan tugas rutin mengamankan pergerakan kendaraan di sektor timur wilayah misi.
Konvoi tersebut bergerak dari markas UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju UNP 7-1, yang juga menjadi markas Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL. Situasi di lapangan saat itu disebut tengah berada dalam kondisi eskalasi tinggi.
Di tengah perjalanan, ledakan hebat menghantam salah satu kendaraan yang dikawal. Insiden ini menewaskan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan di lokasi kejadian.
“Peristiwa terjadi di tengah meningkatnya intensitas konflik. Ledakan kendaraan menyebabkan dua prajurit gugur,” ujar Aulia dalam keterangannya.
Tak hanya menelan korban jiwa, serangan tersebut juga mengakibatkan dua prajurit lainnya mengalami luka, yakni Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih menjadi tanda tanya. Pihak TNI belum dapat memastikan apakah insiden tersebut akibat serangan langsung, ranjau, atau faktor lainnya.
UNIFIL saat ini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap sumber ledakan. TNI, di sisi lain, terus memantau perkembangan situasi sekaligus menyiapkan langkah kontinjensi menghadapi dinamika keamanan di wilayah misi.
Peristiwa ini menambah daftar duka bagi Indonesia. Dengan gugurnya dua prajurit tersebut, total tiga personel TNI telah kehilangan nyawa dalam menjalankan tugas misi kemanusiaan di Libanon. (Ant/Z-10)
Jusuf Kalla (JK) sampaikan duka cita atas gugurnya prajurit TNI dalam misi UNIFIL Lebanon. Sebut mereka pahlawan kemanusiaan dan kebanggaan bangsa Indonesia.
Kehadiran TNI dalam misi perdamaian internasional menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia sebagaimana amanat konstitusi.
Dia menilai semestinya sudah ada rotasi prajurit TNI yang bertugas di Libanon untuk misi perdamaian tersebut, baik jumlahnya dikurangi.
Pemerintah Indonesia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Libanon.
Mensesneg Prasetyo Hadi sampaikan duka cita atas gugurnya 3 prajurit UNIFIL asal Indonesia di Libanon. Pemerintah koordinasikan pemulangan jenazah dan instruksikan peningkatan waspada.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved