Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Ribuan Pikap Telanjur Diimpor dari India Tetap Disalurkan ke Koperasi Desa

Irvan Sihombing
29/3/2026 21:03
Ribuan Pikap Telanjur Diimpor dari India Tetap Disalurkan ke Koperasi Desa
Ilustrasi(Antara)

MENTERI Koperasi, Ferry Juliantono, memastikan ribuan unit truk dan pikap yang terlanjur diimpor dari India tetap akan disalurkan sebagai kendaraan operasional Koperasi Merah Putih ke sekitar 2.400 koperasi desa dan kelurahan Merah Putih.

“Kemarin karena telanjur (impor), jumlahnya masih ribuan, kita akan penuhi untuk operasional di koperasi desa yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai, dan alat kelengkapannya,” ujar Ferry usai halal bihalal DPW Syarikat Islam Jabar di Masjid Al Jabbar, Bandung, Jawa Barat, Minggu (29/3).

Langkah impor ini memicu sorotan publik, karena pengadaan kendaraan dari India dinilai berpotensi berdampak pada industri otomotif dalam negeri yang padat karya dan menyerap ribuan pekerja. Alasan impor disebut karena industri dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan mobil pikap 4x4 untuk operasional koperasi.

Ferry menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan industri otomotif dalam negeri guna memenuhi sisa kebutuhan armada bagi target 80 ribu unit koperasi di seluruh Indonesia. Ia mengaku telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). 

Menurut dia, prioritas pemenuhan kebutuhan kendaraan dari industri otomotif dalam negeri yang sudah ada. “Tapi sekiranya kurang, kita tentu diperbolehkan mengambil dari negara manapun,” tambahnya.

Dia menambahkan, setiap koperasi nantinya akan menerima satu unit truk, satu pikap, serta sepeda motor untuk memudahkan arus mobilitas barang dari desa ke luar maupun sebaliknya. 

Pemerintah juga memberikan akses permodalan awal bagi Koperasi Merah Putih dengan plafon hingga Rp3 miliar per unit melalui bank Himbara, dengan bunga sekitar 6 persen per tahun, tenor 6-10 tahun, serta masa tenggang (grace period) 6-8 bulan.

Sebelumnya, Agrinas Pangan mengimpor 105.000 unit truk dan pikap dari India untuk mendukung operasional koperasi. Impor ini terdiri dari 35.000 unit pikap 4x4 produksi Mahindra Ltd, serta 70.000 unit dari Tata Motors, termasuk 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam, dengan total nilai mencapai Rp24,66 triliun. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya