Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan politik, melainkan amanah untuk menegakkan keadilan dan melindungi rakyat. Hal itu disampaikan saat memberikan amanat pada peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan di Istana Negara, Selasa (10/3).
Dalam sambutannya, Kepala Negara mengatakan, kepemimpinan merupakan bagian dari takdir yang mengandung tanggung jawab besar. Kekuasaan, kata dia, bukan tujuan, melainkan sarana untuk memperjuangkan nilai-nilai yang benar.
"Semakin saya sadar bahwa kepimpinan itu adalah takdir dan kekuasaan itu bersumber daripada Yang Maha Kuasa dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan," kata Prabowo.
Menurutnya, kekuasaan juga merupakan tugas untuk menjaga kesejahteraan rakyat dan memastikan keadilan dirasakan seluruh masyarakat.
Prabowo menilai peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
"Peringatan Nuzulul Quran kali ini, saya kira adalah suatu kesempatan bagi kita sekalian untuk masing-masing memahami, masing-masing meresapi arti daripada apa yang diajarkan dalam Al-Quran itu tersebut," kata dia.
Ia juga menilai pesan-pesan yang disampaikan dalam ceramah pada acara tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat luas.
Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para ulama dan tokoh masyarakat yang terus memberikan nasihat serta pengingat bagi para pemimpin.
"Saya bersyukur, saya berterima kasih pada malam yang baik ini. Saya terus diberi pelajaran, diberi peringatan, diberi tambahan semangat," pungkas Prabowo. (Mir/P-3)
Waketum Partai Gema Bangsa Joko Kanigoro menyebut keputusan partai untuk mendukung Prabowo Subianto kembali maju pada Pilpres 2029 bukan pilihan pragmatis
Hal itu diungkap Guru Besar Sosiologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Iim Halimatussadiyah. Dia menegaskan bahwa jarak adalah syarat moral dan politik bagi masyarakat sipil.
Presiden Prabowo Subianto ingin menunjukkan dia memiliki kendali penuh terhadap kekuasaan dengan melakukan reshuffle kabinet.
Puan mengatakan rumitnya menggunakan kekuasaan untuk membantu masyarakat harus dijalani.
Framing dalam pemberitaan bisa menentukan siapa yang tampil sebagai korban dan siapa yang terlihat bersalah, meskipun bukti belum ada.
POLITIK sering riuh oleh slogan, tapi sepi etika. Kita mudah terpukau oleh janji muluk, retorika yang memabukkan, dan klaim kemenangan seolah tanda kelayakan moral.
Menurutnya, mekanisme restoratif bukan penyimpangan, melainkan bagian resmi dari sistem hukum pidana nasional.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyebut keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan rehabilitasi kepada mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi, sejalan dengan keadilan
Dalam film Niken berperan sebagai ibu hamil dan dituntut melakukan adegan aksi
DI tengah harga pangan yang mencekik, biaya kesehatan yang membuat keluarga rapuh semakin jatuh miskin, serta pasar kerja yang seret, publik dipaksa menelan ironi yang sama setiap hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved