Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Sutiyoso Kenang Try Sutrisno sebagai Sosok Penjuru dan Teladan bagi Prajurit

Mohamad Farhan Zhuhri
02/3/2026 14:10
Sutiyoso Kenang Try Sutrisno sebagai Sosok Penjuru dan Teladan bagi Prajurit
Try Sutrisno wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin (2/3) di usia 90 tahun.(Antara)

MANTAN Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007, Sutiyoso, mengenang Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno sebagai sosok penjuru sekaligus teladan bagi para alumni Akademi Militer.

Ungkapan duka tersebut disampaikan Sutiyoso usai mengikuti salat jenazah di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Senin (2/3).

“Semoga beliau diterima di sisi Allah SWT, diampuni dosa-dosanya. Pak Try itu ibarat penjuru. Beliau teladan kita semua,” ujar Sutiyoso.

Menurut Sutiyoso, Try Sutrisno merupakan salah satu perwira paling senior di Akademi Militer angkatan pertama. Ia mengaku telah mengenal almarhum sejak dirinya masih berpangkat Letnan Kolonel, sementara Try menjabat Kepala Staf Angkatan Darat.

Kedekatan keduanya semakin terjalin ketika Sutiyoso dipercaya menjadi Panglima Kodam Jaya, sementara Try Sutrisno menjabat sebagai wakil presiden.

“Sering ketemu. Saya sering mengantar beliau di Halim kalau mau pergi, jemput kalau datang dari luar kota atau luar negeri. Akrab,” katanya.

Hubungan tersebut tetap terjaga saat Sutiyoso menjabat Gubernur DKI Jakarta, bahkan berlanjut setelah masa jabatan Try sebagai wakil presiden berakhir.

Sutiyoso menilai salah satu hal paling membekas dari sosok Try Sutrisno adalah sikapnya yang tidak menjaga jarak dengan para junior maupun prajurit.

“Kalau ketemu beliau tidak pernah ada ketegangan. Santai, penuh guyonan. Bahkan dengan saya selalu pakai bahasa Jawa,” ujarnya.

Ia juga mengakui peran besar Try dalam perjalanan karier politik dan organisasinya. Sutiyoso pernah didorong memimpin Partai Keadilan Kesejahteraan Indonesia serta diminta memimpin PBSI saat terjadi kekosongan kepemimpinan.

Pada 2007, setelah menyelesaikan masa jabatan sebagai gubernur, Try bahkan datang langsung ke kediamannya dan mendorongnya maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2009.

“Beliau yang menganjurkan saya maju. Saya ikut saja. Tapi setahun sebelum pemilihan, dengan berbagai pertimbangan, saya mundur. Hubungan saya dengan SBY seperti kakak adik, tidak etis kalau bersaing,” tuturnya.

Kabar Wafat Datang Tiba-Tiba

Sutiyoso mengaku sangat terkejut saat pertama kali mendengar kabar wafatnya Try Sutrisno. Informasi tersebut ia ketahui setelah pulang berolahraga pagi ketika menyalakan televisi di rumahnya.

“Saya seperti kesetrum. Sangat terkejut dan terpukul. Tapi ini kehendak Allah, kita harus ikhlaskan,” ucapnya.

Meski diliputi duka, Sutiyoso bersyukur masih sempat memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang ia anggap sebagai bapak sekaligus guru.

“Kita kehilangan tokoh bangsa. Tapi bagi alumni Akademi Militer, beliau akan selalu menjadi panutan,” pungkasnya. (Far/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya