Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Datangi MUI, Pandji Pragiwaksono Jelaskan Soal Materi Komedi di Mens Rea

Rahmatul Fajri
03/2/2026 18:56
Datangi MUI, Pandji Pragiwaksono Jelaskan Soal Materi Komedi di Mens Rea
Pandji Pragiwaksono.(Dok. Antara)

KOMIKA Pandji Pragiwaksono mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk melakukan tabayun atau klarifikasi terkait materi pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea yang sempat memicu polemik di ruang publik. 

Pandji mengaku datang untuk menjelaskan konteks materi yang ia bawakan sekaligus mengakui adanya bagian-bagian yang memerlukan elaborasi lebih dalam agar tidak memicu kesalahpahaman di masyarakat. Pandji menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai komitmennya untuk selalu mengedepankan ruang dialog dalam setiap karya yang ia hasilkan.

"Saya berniat untuk bersilaturahmi dan bertabayun, mencoba menjelaskan maksud di balik pertunjukan saya. Saya sangat senang ketika ada kebingungan atas produk pertunjukan saya, langkah pertama yang diambil adalah berdialog," ujar Pandji di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Pandji mengaku sempat menonton potongan pertunjukan komedinya bersama pengurus MUI. Diskusi tersebut kemudian menjadi ruang bagi Pandji untuk menjelaskan sudut pandangnya sebagai seniman, sekaligus menerima masukan dari perspektif keagamaan.

"Sebagai seniman, ketika saya bikin karya tentu ada banyak penafsiran. Tapi senimannya sendiri kan juga bisa ditanya untuk kejelasan maksud dari sebuah karya. Tadi pembicaraannya berjalan sangat menyenangkan dan penuh tawa," imbuhnya.

Pandji mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, dirinya mendapatkan nasihat penting mengenai tanggung jawab seorang seniman. Ia diingatkan bahwa sebuah karya yang bertujuan menghibur khalayak luas harus pula mempertimbangkan sensitivitas perasaan masyarakat banyak.

"Saya diingatkan bahwa selalu ada ruang untuk jadi lebih baik lagi. Karena saya ingin terus berkarya dan menghibur sebanyak-banyaknya orang, maka karya itu harus didesain dengan mempertimbangkan perasaan sebanyak-banyaknya orang juga," tegas Pandji.

Ia memastikan komitmen perbaikan telah disampaikan secara langsung kepada pihak MUI. Pandji berharap langkah yang ia ambil dapat menjadi pesan bagi para komika lain di Indonesia agar tidak ragu berkarya, namun tetap melakukan evaluasi dan perbaikan secara terus-menerus.

"Moga-moga ini akan membuat siapapun komika di Indonesia untuk semakin mantap berkarya karena tahu bahwa karya ini harus dilakukan dengan perbaikan terus-menerus," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh menjelaskan bahwa MUI menyambut baik inisiatif silaturahmi tersebut sebagai bagian dari proses memberikan panduan keagamaan yang akurat bagi masyarakat. Menurutnya, MUI perlu melihat secara utuh keseluruhan materi pertunjukan, bukan sekadar potongan video yang beredar luas di media sosial.
“Informasi tabayun ini penting agar MUI dapat bersikap proporsional dalam memberikan pandangan keagamaan,” kata Ni’am.

Dari pertemuan tersebut, Ni’am mencatat dua poin penting sebagai hasil tabayun. Pertama, komitmen Pandji untuk memperbaiki materi komedi yang bersinggungan dengan isu keagamaan sensitif dan multitafsir. Kedua, arahan agar materi komedi di masa depan lebih difokuskan pada hal-hal yang bersifat positif.

“Kami melihat adanya komitmen untuk memperbaiki. Ini adalah hal yang baik dan patut diapresiasi sebagai langkah untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya