Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Menseneg Buka Suara soal Program Gentingisasi Prabowo

M Ilham Ramadhan Avisena
03/2/2026 17:27
Menseneg Buka Suara soal Program Gentingisasi Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menggagas program gentingisasi.(Antara)

MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meluruskan gagasan Presiden Prabowo Subianto soal program “gentingisasi” yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia menegaskan, program tersebut bukan sekadar mengganti atap seng menjadi genting, melainkan bagian dari agenda besar pemerintah untuk memperbaiki wajah kota dan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.

Menurut Prasetyo, Prabowo ingin menjadikan kebersihan dan keindahan lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan sektor wisata. Persoalan seperti atap rumah yang tidak seragam, sampah, hingga kerapian kawasan perkotaan harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam membangun citra Indonesia.

“Intinya mari kita bersama-sama menjadikan lingkungan kita jauh lebih bersih, jauh lebih rapi, jauh lebih indah,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).

Ia menyebut, pembenahan estetika lingkungan diyakini dapat mendorong terbentuknya zona-zona wisata baru yang lebih menarik, terutama bagi wisatawan mancanegara. Lingkungan yang tertata dianggap menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim pariwisata yang lebih kompetitif.

Pemerintah Siapkan Skema Produksi Massal Genting

Terkait teknis pelaksanaan, Prasetyo mengatakan pemerintah saat ini tengah membahas program tersebut secara lintas kementerian. Diskusi sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu, termasuk soal kesiapan teknologi untuk produksi genting dalam skala besar.

“Beberapa kementerian sudah diberi tugas, misalnya bagaimana menemukan teknologi alat-alat untuk mencetak genting manakala kita membutuhkan produksi dalam jumlah cukup besar,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan gerakan ini dapat mulai dijalankan tahun ini. Namun, pendanaan program tidak akan sepenuhnya bergantung pada APBN atau APBD.

Libatkan Swasta dan Partisipasi Publik

Prasetyo menekankan bahwa program ini dirancang sebagai gerakan bersama, yang melibatkan kontribusi masyarakat serta sektor swasta, bukan hanya proyek pemerintah semata.

“Kita berkeinginan supaya semua pihak terlibat, perorangan maupun swasta, jadi tidak sekadar menggantungkan dari APBN atau APBD,” katanya.

Selain soal atap rumah, Prasetyo menyoroti persoalan lain yang turut merusak estetika kota, seperti papan reklame, baliho, hingga kabel-kabel yang semrawut. Menurutnya, pembenahan tata kota menjadi kebutuhan mendesak agar kota-kota di Indonesia kembali hijau, nyaman, dan sedap dipandang.

“Memang perlu banyak pembenahan tata kota supaya menjadi kota-kota yang indah lagi, banyak tamannya, penuh bunga-bunga,” terangnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya