Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH pusat menyiapkan langkah terpadu untuk menangani banjir Jakarta dan wilayah sekitarnya yang kembali terjadi. Meski tengah berada di luar negeri, Presiden Prabowo Subianto disebut terus memantau perkembangan situasi dan memberi arahan langsung kepada jajaran di Tanah Air.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan, curah hujan tinggi dalam dua hari terakhir menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan Jakarta. Pemerintah menyatakan keprihatinan dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak, sembari memperkuat koordinasi lintas lembaga.
"Kami telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI, kemudian dengan BNPB, kemudian juga dengan BMKG untuk bagaimana memperkuat atau menambah operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan di wilayah Jabodetabek," ujarnya kepada pewarta di Istana Kepresidenan, Kamis (22/1).
Prasetyo menyatakan, Prabowo terus memonitor kondisi banjir dan aktif berkomunikasi dengan jajaran pemerintah. Atas arahan Kepala Negara, pemerintah diminta segera membentuk tim kajian guna menyusun desain besar penanganan persoalan air, khususnya di Pulau Jawa.
"Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisa dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, pengelolaan air di terutama khususnya di Pulau Jawa," kata Prasetyo.
Penanganan tersebut akan dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, melibatkan banyak sektor. Prasetyo mencontohkan keterlibatan PT KAI menyusul munculnya genangan di jalur rel kereta api yang mengganggu perjalanan dan pelayanan kepada masyarakat. Dalam sepekan terakhir, titik genangan di jalur rel dilaporkan bertambah dari 16 menjadi 17 lokasi, termasuk titik yang sebelumnya tidak pernah tergenang.
Menurut Prasetyo, perhatian Prabowo juga mencakup pengelolaan kawasan Pantai Utara Jawa, termasuk rencana besar pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
Menyoal penyebab banjir, Prasetyo menekankan, faktor cuaca bukan satu-satunya pemicu. Ia menyebut perubahan tata ruang, pendangkalan daerah aliran sungai, serta berkurangnya situ atau danau sebagai reservoir alami turut memperparah kondisi.
"Data mengatakan bahwa wilayah Jabodetabek ini dulunya memiliki kurang lebih 1.000 situ atau danau atau telaga. Nah menurut data terakhir hari ini kurang lebih hanya tinggal tersisa 200 situ," ujarnya.
Karena itu, Prabowo disebut menghendaki tim lintas kementerian segera bekerja cepat. Sejumlah kementerian dan lembaga seperti Bappenas, Kemenko Infrastruktur, Kementerian PUPR, ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, hingga Kemendagri akan dilibatkan untuk menganalisis dan merumuskan solusi menyeluruh lintas wilayah dan lintas sektor. (H-3)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga pagi, menyebabkan banjir di sejumlah titik jalan dan pemukiman penduduk.
Menurut Purnawan yang juga aktivis Walhi Jatim, banjir di Suhat Malang karena tidak adanya saluran drainase yang mengalir ke kawasan Kedawung dan Tulusrejo.
Selain, Transjakarta juga mengalihkan rute 3F relasi Kalideres - Senayan Bank DKI karena ada genangan air di sekitar Jalan Raya Cengkareng.
Bencana banjir yang berdampak terhadap ratusan KK ini merendam dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 centimeter sampai dengan 1 meter.
Tiga RT di Bidara Cina, Jatinegara yang terendam banjir itu antara lain Jalan Gg. Macan RT 05/RW 07 dengan ketinggian air 70 cm.
Ketinggian air berkisar dari 20 sampai dengan 100 centimeter. Pemkot Tangerang juga telah membuat posko pengungsian di Masjid Al Barkah dan Gor Benda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved