Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Prabowo Perintahkan Penyusunan Desain Besar untuk Atasi Banjir

M Ilham Ramadhan Avisena
22/1/2026 17:43
Prabowo Perintahkan Penyusunan Desain Besar untuk Atasi Banjir
Anak-anak bermain di tengah genangan air banjir Pekalongan.(Dok. Antara)

PEMERINTAH pusat menyiapkan langkah terpadu untuk menangani banjir Jakarta dan wilayah sekitarnya yang kembali terjadi. Meski tengah berada di luar negeri, Presiden Prabowo Subianto disebut terus memantau perkembangan situasi dan memberi arahan langsung kepada jajaran di Tanah Air.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan, curah hujan tinggi dalam dua hari terakhir menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan Jakarta. Pemerintah menyatakan keprihatinan dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak, sembari memperkuat koordinasi lintas lembaga.

"Kami telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI, kemudian dengan BNPB, kemudian juga dengan BMKG untuk bagaimana memperkuat atau menambah operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan di wilayah Jabodetabek," ujarnya kepada pewarta di Istana Kepresidenan, Kamis (22/1). 

Prasetyo menyatakan, Prabowo terus memonitor kondisi banjir dan aktif berkomunikasi dengan jajaran pemerintah. Atas arahan Kepala Negara, pemerintah diminta segera membentuk tim kajian guna menyusun desain besar penanganan persoalan air, khususnya di Pulau Jawa.

"Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisa dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, pengelolaan air di terutama khususnya di Pulau Jawa," kata Prasetyo.

Penanganan tersebut akan dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, melibatkan banyak sektor. Prasetyo mencontohkan keterlibatan PT KAI menyusul munculnya genangan di jalur rel kereta api yang mengganggu perjalanan dan pelayanan kepada masyarakat. Dalam sepekan terakhir, titik genangan di jalur rel dilaporkan bertambah dari 16 menjadi 17 lokasi, termasuk titik yang sebelumnya tidak pernah tergenang.

Menurut Prasetyo, perhatian Prabowo juga mencakup pengelolaan kawasan Pantai Utara Jawa, termasuk rencana besar pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

Menyoal penyebab banjir, Prasetyo menekankan, faktor cuaca bukan satu-satunya pemicu. Ia menyebut perubahan tata ruang, pendangkalan daerah aliran sungai, serta berkurangnya situ atau danau sebagai reservoir alami turut memperparah kondisi.

"Data mengatakan bahwa wilayah Jabodetabek ini dulunya memiliki kurang lebih 1.000 situ atau danau atau telaga. Nah menurut data terakhir hari ini kurang lebih hanya tinggal tersisa 200 situ," ujarnya.

Karena itu, Prabowo disebut menghendaki tim lintas kementerian segera bekerja cepat. Sejumlah kementerian dan lembaga seperti Bappenas, Kemenko Infrastruktur, Kementerian PUPR, ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, hingga Kemendagri akan dilibatkan untuk menganalisis dan merumuskan solusi menyeluruh lintas wilayah dan lintas sektor. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya