Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PDI Perjuangan (PDIP) memberikan perhatian serius terhadap ancaman bencana ekologis yang melanda berbagai wilayah Indonesia, khususnya bencana Sumatra. Dalam rekomendasi eksternal Rakernas I 2026, partai berlambang banteng ini mendesak pemerintah untuk segera melakukan tindakan preventif yang menyeluruh.
Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham, menyatakan bahwa pencegahan bencana ekologis harus dimulai dari penghentian pembukaan lahan hutan yang tidak terkendali. PDIP menilai bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi belakangan ini merupakan dampak langsung dari rusaknya ekosistem hulu.
"Rakernas I Partai mendesak pemerintah untuk secara sungguh-sungguh mencegah terjadinya bencana ekologis dengan menghentikan deforestasi, pembalakan liar, dan perusakan lingkungan di wilayah hulu serta daerah aliran sungai," ujar Jamaluddin saat membacakan rekomendasi di Jakarta, Senin (12/1).
Selain penghentian deforestasi, PDIP meminta pemerintah untuk menindak tegas pelaku kejahatan lingkungan tanpa pandang bulu. Hal ini termasuk aktivitas pertambangan ilegal dan alih fungsi lahan yang melanggar tata ruang.
PDI Perjuangan juga mendorong penguatan gerakan "Merawat Pertiwi" secara nasional. Gerakan ini menginstruksikan seluruh kader partai untuk terlibat aktif dalam penghijauan dan pembersihan aliran sungai sebagai bagian dari mitigasi bencana berbasis komunitas.
"Pemerintah harus memastikan kebijakan pembangunan tetap menjaga keseimbangan ekosistem demi keberlanjutan masa depan bangsa dan keselamatan seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.
Dukungan konkret dari pemerintah yang begitu besar pada koperasi saat ini dapat memberikan manfaat lebih luas.
KETUA Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengajak seluruh kader partainya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatra dan Aceh.
PDI Perjuangan (PDIP) mengeluarkan desakan kuat kepada pemerintah untuk memperbaiki manajemen penanggulangan bencana di Indonesia.
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Penyaluran ini merupakan kelanjutan dari bantuan tahap pertama sebagai respons awal bencana.
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan duka cita mendalam dari pemerintah Republik Indonesia atas jatuhnya pesawat ATR 42-500 dan sejumlah bencana di Tanah Air.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
BENCANA memang sering hadir tanpa memberikan ruang memilih, tetapi cara manusia meresponsnya selalu lahir dari pilihan moral dan politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved