Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menhan Dampingi Presiden Prabowo Pastikan Pemulihan Infrastruktur dan Kesehatan di Tapanuli Selatan

Rahmatul Fajri
31/12/2025 18:12
Menhan Dampingi Presiden Prabowo Pastikan Pemulihan Infrastruktur dan Kesehatan di Tapanuli Selatan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PRESIDEN Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada hari terakhir tahun 2025, Rabu (31/12). Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk memastikan proses pemulihan infrastruktur dan layanan kesehatan berjalan secara terintegrasi.

Presiden Prabowo bersama rombongan mendarat di Bandar Udara Raja Sisingamangaraja XII, Tapanuli Utara, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter Caracal menuju lokasi pembangunan Jembatan Bailey di Sungai Garoga, Kecamatan Batang Toru.

Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa percepatan penyelesaian infrastruktur penghubung bersifat vital demi memulihkan mobilitas warga dan distribusi logistik yang sempat terputus.

"Penyelesaian jembatan ini sangat penting bagi mobilitas masyarakat dan arus distribusi barang antarwilayah," kata Prabowo.

Jembatan Bailey sepanjang 44 meter tersebut dibangun oleh Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) TNI AD bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. Jembatan ini memiliki kapasitas beban hingga 25 ton dan diproyeksikan menjadi urat nadi penghubung utama antara Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan yang sempat lumpuh akibat bencana.

Usai memantau progres infrastruktur, Presiden dan Menhan Sjafrie berdialog dengan tenaga medis di Posko Kesehatan Kodam I Bukit Barisan di Desa Batu Hula. Menhan Sjafrie menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan maupun pos kesehatan adalah bentuk nyata peran militer dalam misi kemanusiaan (Military Operations Other Than War).

Berdasarkan laporan Kapten CKM Alfian dari Kesdam I Bukit Barisan, tim medis TNI telah bersiaga selama 36 hari dan melayani lebih dari 2.300 pasien terdampak bencana. Kasus yang mendominasi adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan infeksi kulit.

"Posko ini diperkuat oleh dokter dari Kesdam I Bukit Barisan serta dukungan dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat untuk menjamin pelayanan setiap hari bagi masyarakat," ungkap Alfian. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik