Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah udara dingin yang menyelimuti kota Sarajevo, sebuah momentum hangat dalam hubungan bilateral Indonesia dan Bosnia-Herzegovina resmi terukir. Pada 10 hingga 11 Januari 2026, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Syamsoedin melaksanakan kunjungan kerja resmi ke negara tersebut.
Kunjungan ini bukan sekadar urusan birokrasi pertahanan biasa, melainkan sebuah perjalanan yang memadukan memori sejarah, penguatan industri dan visi politik luar negeri yang strategis.
Bagi Menteri Pertahanan RI, menginjakkan kaki kembali di Sarajevo membawa perasaan nostalgia yang mendalam. Kunjungan ini merupakan sebuah "napak tilas" ke 1995, saat Sjafrie bertugas sebagai Paspampres mengawal Presiden Soeharto dalam kunjungan legendaris ke Bosnia di tengah suasana konflik bersenjata antarkelompok militer.
Kehadiran Menhan kali ini seolah menyambung kembali jembatan persahabatan yang pernah dibangun Indonesia di masa-masa tersulit bangsa Bosnia-Herzegovina.
Sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan terhadap ikatan sejarah tersebut, Menhan RI beserta delegasi menyempatkan diri untuk melaksanakan Salat Dhuha di Masjid Istiqlal Sarajevo.
Masjid yang secara historis dikenal masyarakat setempat sebagai "Masjid Soeharto" ini merupakan kado dari rakyat Indonesia sebagai wujud solidaritas terhadap perdamaian di Bosnia.
Kunjungan kali ini adalah langkah diplomatik yang terukur karena merupakan tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi sebelumnya.
Kunjungan balasan ini dilakukan setelah Menhan Bosnia-Herzegovina, Zukan Helez, bertandang ke Jakarta pada Juni 2025 menghadiri Indo defence.
Undangan dari Menhan Bosnia-Herzegovina tersebut kemudian disampaikan kembali secara langsung oleh Dubes Manahan M.P. Sitompul. saat berkunjung ke Jakarta pada awal November 2025.
Kedatangan Menhan RI di Sarajevo tidak sendirian; dia memimpin delegasi tingkat tinggi yang didampingi oleh Wakil Panglima (Wapang) TNI serta jajaran staf Kementerian Pertahanan RI. Sinergi antara unsur sipil dan militer ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membangun kemitraan yang komprehensif.
Sambutan Hangat dan Penghormatan Militer dari Menhan Bosnia-Herzegovina menerima Delegasi Indonesia dikelola dengan sangat apik oleh KBRI Sarajevo bekerja sama dengan Atase Pertahanan (Athan) RI di Beograd. Rangkaian acara dibuka dengan Welcome Dinner yang penuh keakraban di Dom Armije, sebuah bangunan bersejarah yang menjadi pusat kegiatan militer dan sosial di Bosnia.
Keesokan harinya, suasana berubah menjadi lebih formal namun tetap bersahabat melalui upacara penghormatan militer resmi bagi Menhan RI. Upacara ini menegaskan pengakuan Bosnia terhadap posisi strategis Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia Tenggara.
Inovasi Pertahanan dan Visi Masa Depan.
Salah satu agenda krusial dalam kunjungan ini adalah peninjauan ke sektor industri pertahanan Bosnia. Menhan BiH mengajak delegasi Indonesia mengunjungi Pretis, perusahaan industri pertahanan terkemuka yang berbasis di Vogosca.
Dalam kunjungan tersebut, CEO dan jajaran manajemen Pretis memberikan paparan mendalam mengenai keunggulan teknologi mereka, diikuti dengan demonstrasi produk melalui video serta tinjauan langsung ke ruang pameran (showcase).
Kunjungan kerja ini membuahkan hasil nyata berupa kesepakatan Joint Statement (Pernyataan Bersama) yang akan segera ditindaklanjuti menjadi Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama pertahanan yang lebih mendetail.
Menhan RI menekankan bahwa langkah ini adalah manifestasi dari politik luar negeri Indonesia yang bebas-aktif. Menurut Menhan, Indonesia harus terus membuka ruang kerja sama dengan negara-negara sahabat demi kemandirian industri pertahanan nasional.
Melalui kunjungan ini, Indonesia dan Bosnia-Herzegovina tidak hanya memperkuat kerja sama teknis, tetapi juga memperbarui komitmen mereka untuk menjaga perdamaian dunia dalam semangat persaudaraan yang telah teruji oleh waktu. (RO/Z-1)
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi untuk memastikan kualitas fasilitas pendidikan.
PENGAMAT politik Ray Rangkuti menilai kehadiran Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di bursa calon presiden menambahkan daftar calon individu di Pilpres 2029.
Menurut Iwan, Sjafrie merupakan salah satu figur penting dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan peran strategis yang tidak hanya terbatas pada sektor pertahanan dan keamanan.
MENTERI Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala sebagai langkah strategis untuk pemulihan sarana dan prasarana di wilayah terdampak bencana.
Presiden menekankan bahwa percepatan penyelesaian infrastruktur penghubung bersifat vital demi memulihkan mobilitas warga dan distribusi logistik.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi untuk memastikan kualitas fasilitas pendidikan.
PENGAMAT politik Ray Rangkuti menilai kehadiran Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di bursa calon presiden menambahkan daftar calon individu di Pilpres 2029.
Menurut Iwan, Sjafrie merupakan salah satu figur penting dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan peran strategis yang tidak hanya terbatas pada sektor pertahanan dan keamanan.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya peran satuan-satuan tempur sebagai fondasi utama kekuatan pertahanan nasional.
Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan Air Chief Marshal Zaheer Ahmad Babar Sidhu bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka.
Sejumlah wajah baru muncuk dalam peta awal bakal calon presiden 2029.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved