Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Sepekan Berlalu, Kasus Pembunuhan Pensiunan Guru di Lima Puluh Kota Belum Ada Titik Terang

Rahmatul Fajri
26/12/2025 13:28
Sepekan Berlalu, Kasus Pembunuhan Pensiunan Guru di Lima Puluh Kota Belum Ada Titik Terang
Ilustrasi(Dok Istimewa)

SATU pekan sudah berlalu sejak pensiunan guru berinisial LI, 61, ditemukan tewas di halaman rumahnya di Jorong Talago, Kenagarian VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Namun, hingga saat ini, kasus tersebut belum menemui titik terang. Pihak kepolisian belum menetapkan satu pun tersangka.

Belum adanya titik terang dalam pengungkapan kasus ini membuat pihak keluarga korban kecewa. Keluarga menilai proses penyelidikan berjalan lambat, padahal bukti-bukti awal di lokasi kejadian dianggap cukup untuk mengarahkan polisi pada terduga pelaku.

"Kami sangat terpukul. Sudah tujuh hari sejak ibu kami tiada, tapi kami belum mendapat kabar signifikan siapa pelakunya. Setiap hari kami menunggu dengan penuh harap, namun hasilnya masih nihil," ujar perwakilan keluarga korban kepada wartawan, Jumat (26/12).

Selama ini, pihak keluarga mengaku hanya mendapatkan informasi normatif bahwa polisi masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi. Pihak keluarga mendesak jajaran kepolisian untuk bekerja lebih ekstra dan transparan dalam mengusut tuntas kasus ini. Mereka khawatir jika pelaku tidak segera ditangkap, ada potensi pelaku menghilangkan barang bukti atau bahkan membahayakan warga lainnya.

"Kami meminta dengan sangat kepada Bapak Kapolres Lima Puluh Kota dan jajarannya untuk segera menetapkan tersangka. Jangan biarkan kasus ini mendingin tanpa kejelasan. Keadilan bagi almarhumah adalah satu-satunya hal yang bisa meringankan beban duka kami," katanya.

Sebelumnya, pensiunan guru berinisial LI, 61, ditemukan tewas di halaman rumahnya di Jorong Talago, Kenagarian VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat pada Jumat (19/12).

Berdasarkan kronologi awal, kejadian bermula sekitar pukul 04.20 WIB saat suami korban, YZ (62), pergi ke masjid untuk melaksanakan salat subuh. Korban saat itu tinggal sendirian di rumah dan berencana menyusul ke masjid.

Sekitar pukul 05.20 WIB, suami korban kembali ke rumah dan mendapati sekring listrik dalam keadaan mati. Setelah menghidupkan listrik, saksi lain bernama Risnal yang datang untuk menjemput tas melihat korban sudah terbaring di halaman rumah dengan posisi memakai mukena ungu.

Saat ditemukan, kondisi wajah korban sudah berlumuran darah dan tidak lagi bergerak. Saksi segera berteriak meminta pertolongan warga sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Guguak pada pukul 06.45 WIB.

Personel Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres 50 Kota segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya mukena ungu, tisu berlumuran darah, satu buah anting emas, serta tas sandang berisi uang tunai dan obat-obatan milik korban.

Berdasarkan pemeriksaan medis awal oleh Dokter Yobi dari Puskesmas Padang Kandis, ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Terdapat luka terbuka yang diduga akibat hantaman benda tajam pada bagian dahi, dagu, telinga, dan bibir. Selain itu, ditemukan luka memar pada dada serta tangan kiri dan kanan korban.

Terpisah, Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Syaiful Wachid, melalui Kapolsek Guguak, AKP Doni Prama Dona, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan menyeluruh dengan melibatkan Unit Reskrim Polsek Guguak, Opsnal Satreskrim, dan Unit Intel Polres Limapuluh Kota. Hingga Selasa (23/12), penyidik telah memeriksa sedikitnya 17 orang saksi.

Syaiful menegaskan pihaknya akan mengerahkan semua kemampuan untuk mengungkap kematian LI. Syaiful mengaku akan mengusut tuntas dalang dan motif di balik pembunuhan tersebut. 

"Penyelidik sedang melakukan upaya serangkaian penyelidikan. Semua upaya sudah dan sedang di dalami. Kami pastikan kami all out untuk ungkap perkara ini," kata Syaiful. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya