Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPR RI dari Fraksi Demokrat Mulyadi meminta kepolisian segera mengusut tuntas kasus kematian pensiunan guru berinisial LI, 61, yang diduga menjadi korban pembunuhan di Jorong Talago, Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Hal tersebut disampaikan Mulyadi saat melayat ke kediaman korban pada Minggu (21/12).
Di rumah duka, Mulyadi bertemu langsung dengan anak korban, Adif yang meminta Kepolisian mengungkap kasus ini dan keluarga mendapatkan keadilan. Mulyadi kemudian langsung menelpon Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta untuk meminta kasus dugaan pembunuhan ini segera diusut.
"Kami selaku wakll rakyat menyampaikan rasa bela sungkawa atas berpulangnya ibunda Adif, kami akan mengawal kasus ini agar tuntas, kami yakin kepolisian bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, ada keadilan bagi keluarga korban," ujar Mulyadi, melalui keterangannya, Senin (22/12).
Sementara itu, Adif mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Mulyadi dan pihak kepolisian. Ia berharap pelaku dan motif pembunuhan ibunya bisa segera menemui titik terang.
Sebelumnya, LI ditemukan tewas di halaman rumahnya di Jorong Talago, Kenagarian VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota pada Jumat (19/12). Berdasarkan kronologi awal, kejadian bermula sekitar pukul 04.20 WIB saat suami korban, YZ (62), pergi ke masjid untuk melaksanakan salat subuh. Korban saat itu tinggal sendirian di rumah dan berencana menyusul ke masjid.
Sekitar pukul 05.20 WIB, suami korban kembali ke rumah dan mendapati sekring listrik dalam keadaan mati. Setelah menghidupkan listrik, saksi lain bernama Risnal yang datang untuk menjemput tas melihat korban sudah terbaring di halaman rumah dengan posisi memakai mukena ungu.
Saat ditemukan, kondisi wajah korban sudah berlumuran darah dan tidak lagi bergerak. Saksi segera berteriak meminta pertolongan warga sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Guguak pada pukul 06.45 WIB.
Personel Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres 50 Kota segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya mukena ungu, tisu berlumuran darah, satu buah anting emas, serta tas sandang berisi uang tunai dan obat-obatan milik korban.
Berdasarkan pemeriksaan medis awal oleh Dokter Yobi dari Puskesmas Padang Kandis, ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Terdapat luka terbuka yang diduga akibat hantaman benda tajam pada bagian dahi, dagu, telinga, dan bibir. Selain itu, ditemukan luka memar pada dada serta tangan kiri dan kanan korban. (H-2)
Jajaran Satreskrim Polres Limapuluh Kota masih menyelidiki kasus pembunuhan pensiunan guru berinisial LI, 61, di Nagari Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota.
Warga setempat mengaku dihantui rasa cemas lantaran pelaku pembunuhan masih misterius dan belum berhasil diringkus oleh pihak kepolisian.
Perkara ini ditangani oleh tim gabungan yang dipimpin Kasat Reskrim dan melibatkan Kasat Intelkam serta Kapolsek Guguak.
Pensiunan guru berinisial LI, 61, ditemukan tewas di halaman rumahnya di Jorong Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat pada Jumat (19/12).
Pihak keluarga mendesak jajaran kepolisian untuk bekerja lebih ekstra dan transparan dalam mengusut tuntas kasus ini.
Pensiunan guru berinisial LI ditemukan tewas di halaman rumahnya di Jorong Talago, Kenagarian VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat pada Jumat (19/12).
Warga setempat mengaku dihantui rasa cemas lantaran pelaku pembunuhan masih misterius dan belum berhasil diringkus oleh pihak kepolisian.
Kasus pembunuhan LI di Jorong Talago menjadi sorotan publik di Sumatera Barat lantaran hingga kini pelaku belum juga teridentifikasi.
Kualitas penegakan hukum dalam kasus ini harus diuji melalui empat tolok ukur utama, yakni tuntas, menyeluruh, objektif, dan transparan.
Pihak keluarga mendesak jajaran kepolisian untuk bekerja lebih ekstra dan transparan dalam mengusut tuntas kasus ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved