Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Hampir Satu Bulan, Kasus Pembunuhan Pensiunan Guru di Talago Masih Tanda Tanya

Rahmatul Fajri
16/1/2026 09:34
Hampir Satu Bulan, Kasus Pembunuhan Pensiunan Guru di Talago Masih Tanda Tanya
Ilustrasi(Dok Istimewa)

JAJARAN Polres Limapuluh Kota memastikan masih terus bekerja keras untuk mengungkap kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang pensiunan guru berinisial LI (61) di Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengidentifikasi terduga pelaku.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Syaiful Wachid menyatakan bahwa tim khusus yang berada di bawah komando Kasat Reskrim dan Kapolsek Guguak saat ini masih bergerak di lapangan. Meski kasus ini belum menemui titik terang, ia menegaskan komitmen jajarannya untuk menuntaskan perkara tersebut.

"Tim masih bekerja di bawah pimpinan Kasat Reskrim dan Kapolsek Guguak. Masih dalam proses penyelidikan mendalam. Mohon doanya semoga lekas terungkap," ujar Syaiful saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).

Syaiful enggan menjelaskan apakah ada indikasi pelaku berdasarkan sidik jari pelaku serta rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara. Ia menyebut bahwa ada beberapa hambatan teknis yang dihadapi tim di lapangan, namun informasi tersebut belum bisa dibuka ke publik demi menjaga kerahasiaan proses perburuan pelaku.

"Kami masih semangat dan berkomitmen untuk cepat mengungkap perkara ini. Kendala dan hambatan pasti ada, tapi belum bisa diungkapkan ke publik karena dikhawatirkan dapat menghambat proses penyelidikan," jelasnya.

Sebelumnya, pensiunan guru berinisial LI (61) ditemukan tewas di halaman rumahnya di Jorong Talago, Kenagarian VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat pada Jumat (19/12).

Berdasarkan kronologi awal, kejadian bermula sekitar pukul 04.20 WIB saat suami korban, YZ (62), pergi ke masjid untuk melaksanakan salat subuh. Korban saat itu tinggal sendirian di rumah dan berencana menyusul ke masjid.

Sekitar pukul 05.20 WIB, suami korban kembali ke rumah dan mendapati sekring listrik dalam keadaan mati. Setelah menghidupkan listrik, saksi lain bernama Risnal yang datang untuk menjemput tas melihat korban sudah terbaring di halaman rumah dengan posisi memakai mukena ungu.

Saat ditemukan, kondisi wajah korban sudah berlumuran darah dan tidak lagi bergerak. Saksi segera berteriak meminta pertolongan warga sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Guguak pada pukul 06.45 WIB.

Personel Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres 50 Kota segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya mukena ungu, tisu berlumuran darah, satu buah anting emas, serta tas sandang berisi uang tunai dan obat-obatan milik korban.

Berdasarkan pemeriksaan medis awal oleh Dokter Yobi dari Puskesmas Padang Kandis, ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Terdapat luka terbuka yang diduga akibat hantaman benda tajam pada bagian dahi, dagu, telinga, dan bibir. Selain itu, ditemukan luka memar pada dada serta tangan kiri dan kanan korban. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik