Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS dugaan pembunuhan tragis yang menimpa pensiunan guru berinisial LI, 61, di Talago, Limapuluh Kota, Sumatra Barat masih menyisakan misteri. Sudah lebih dari 1,5 bulan sejak kejadian, aparat kepolisian belum juga mengungkap pelaku dan motif pembunuhan tersebut.
Putra korban, Adif Putra Zodia menduga kematian ibundanya memiliki hubungan dengan konflik agraria yang pernah dihadapi beberapa bulan lalu.
“Kami menduga peristiwa ini berkaitan erat dengan sengketa lahan di kawasan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang melibatkan oknum tertentu. Selama ini, tidak ada persoalan lain yang menonjol selain sengketa hak guna tanah tersebut,” ujar Adif ketika dihubungi, Kamis (5/2/2026).
Adif menjelaskan, lahan di kawasan PT KAI itu telah berada dalam penguasaan keluarganya sejak 1950-an secara turun-temurun melalui perjanjian kontrak sewa. Ia mengatakan keluarganya memegang legalitas berupa kontrak sewa dengan PT KAI yang masih berlaku hingga saat ini.
Ia mengatakan pada awal 2025 ketika pihak korban berencana membangun sebuah bangunan di atas lahan yang disewa. Namun, ia mengatakan ada klaim sepihak dari sejumlah oknum yang merasa berhak menyewa tanah tersebut.
Adif mengatakan pihaknya telah melaporkan upaya penyerobotan tanah tersebut ke Polsek Guguak pada April 2025. Namun, hingga saat ini, laporan tersebut belum ditindaklanjuti.
Persoalan tanah tersebut terus berjalan hingga korban ditemukan meregang nyawa di halaman rumahnya pada Jumat (19/12/2025).
Adif mengatakan persoalan ini kemudian dimediasi oleh Pemerintahan Nagari VII Koto Talago baru dijadwalkan kembali pada Senin (9/2) mendatang. Adif mengaku pihak keluarga menyayangkan sikap Pemerintahan Nagari VII Koto Talago yang fokus pada sengketa tanah ketimbang memberikan atensi atau membantu kepolisian mengungkap misteri pembunuhan ibunya.
"Dari pihak Pemerintahan Nagari tidak ada kepedulian membantu pengusutan kasus ini. Sekarang justru fokus pada pemanggilan sengketa tanah," katanya.
Hingga berita ini ditulis, Kapolsek Guguak AKP Doni Prama Dona dan Wali Nagari VII Koto Talago Yon Hendri belum merespons ketika ditanya soal sengketa tanah yang dihadapi korban.
Namun, sebelumnya, Yon sempat menjelaskan dirinya mengaku kenal dengan korban. Ia mengenal korban sebagai orang yang baik dan pandai bergaul. Yon juga mengaku tak pernah mendengar adanya masalah atau ancaman yang sedang menimpa korban.
"Kalau kepada wali nagari tidak pernah. Kepala Jorong juga tidak ada melaporkan tentang keluhan atau ancaman kepada almarhumah/keluarga dari pihak tertentu. Selama ini aman-aman saja," katanya. (H-2)
Warga setempat mengaku dihantui rasa cemas lantaran pelaku pembunuhan masih misterius dan belum berhasil diringkus oleh pihak kepolisian.
Kasus pembunuhan LI di Jorong Talago menjadi sorotan publik di Sumatera Barat lantaran hingga kini pelaku belum juga teridentifikasi.
Perkara ini ditangani oleh tim gabungan yang dipimpin Kasat Reskrim dan melibatkan Kasat Intelkam serta Kapolsek Guguak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved