Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Jaga Soliditas Partai, FX Rudy Lepas Jabatan Plt Ketua DPD PDIP Jateng

Widjajadi
21/12/2025 16:11
Jaga Soliditas Partai, FX Rudy Lepas Jabatan Plt Ketua DPD PDIP Jateng
Politikus senior PDIP FX Hadi Rudyatmo .(MI/Widjajadi)

POLITIKUS senior PDI Perjuangan sekaligus mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menegaskan keputusannya untuk mundur dari jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDIP Jawa Tengah. Keputusan tersebut telah disampaikan secara resmi melalui surat yang ditujukan kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Rudy menyatakan tetap pada pendiriannya untuk menjadi kader biasa, meskipun muncul sinyal dari DPP bahwa pengunduran diri tersebut bisa saja ditolak oleh Ketua Umum. Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun, menyebut nasib surat tersebut sepenuhnya berada di tangan Megawati.

"Saya mundur dan legowo serta tulus ikhlas untuk menjadi anggota partai biasa saja. Putusan ini tidak paksaan, namun karena saya memang merasa tidak mampu dan supaya persatuan dan kesatuan partai juga tidak terpengaruh, organisasi tetap solid," tegas Rudy saat ditemui di kediamannya di Pucangsawit, Solo, Sabtu (20/12).

Selain menanggalkan jabatan Plt, sosok yang telah menjadi kader partai sejak 1977 ini juga menyatakan mundur dari bursa calon Ketua DPD PDIP Jawa Tengah definitif dalam Musyawarah Daerah (Musda) mendatang. Rudy mengaku sudah melaporkan hal tersebut kepada Megawati dan berkomitmen untuk tetap loyal di luar struktur kepemimpinan.

"Saya legowo dan ikhlas tidak menjabat sebagai Plt Ketua DPD Jateng. Nggak ada DPD definitif. Saya mundur dari Plt dan calon ketua DPD PDIP Jawa Tengah. Terpenting menjaga persatuan pusat demi persatuan kesatuan partai itu sendiri, dan demi solidnya organisasi PDI Perjuangan," lanjutnya.

Respons Sindiran Media Sosial
Rudy menepis adanya isu gejolak di tingkat fungsionaris DPC terkait keputusannya tersebut. Namun, ia tidak menampik adanya narasi miring di media sosial yang menyindir latar belakang pendidikannya sebagai pertimbangan kelayakan memimpin wilayah sebesar Jawa Tengah.

"Nggak ada (gejolak). Orang lulusan TK, di medsos kan begitu, lulusan TK memimpin PDI Perjuangan di Jawa Tengah apa mampu ya? Saya jawab tidak mampu, sudah," tuturnya merespons sindiran tersebut.

Surat pengunduran diri per tanggal 17 Desember 2025 itu telah ditembuskan kepada 35 DPC PDIP se-Jawa Tengah. Plt Ketua DPC PDIP Kota Solo, Teguh Prakosa, mengonfirmasi telah menerima pemberitahuan tersebut.

Di sisi lain, DPP PDIP hingga kini belum memberikan keputusan resmi terkait siapa yang akan mengisi kekosongan nakhoda partai di Jawa Tengah, mengingat pelaksanaan Musda juga masih ditunda oleh pusat. Komarudin Watubun sebelumnya menekankan bahwa penugasan partai sepenuhnya merupakan hak prerogatif Ketua Umum. (WJ/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya