Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ultah Prabowo Bikin Harga Telur Meroket

M Ilham Ramadhan Avisena
15/12/2025 21:32
Ultah Prabowo Bikin Harga Telur Meroket
Ilustrasi - Nasi Goreng(MI/Usman Iskandar)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, hari ulang tahun Presiden Prabowo Subianto mendorong kenaikan inflasi pada bahan pangan. Itu terbukti dari meroketnya harga telur pada 17 Oktober 2025.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan laporan kepada Prabowo dalam Rapat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/17). 

Inflasi disebabkan oleh kenaikan harga telur di hari itu. Sebab, pada 17 Oktober 2025, BGN meminta agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau mitra dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) memasak satu menu seragam, yakni nasi goreng dan telur ceplok

"Hari itu Pak, telur terserap 2.100 ton, itu naik Rp3.000. Tapi tahun depan Pak kalau bapak ultah kita dengan nasi goreng telur ceplok dibutuhkan 83 juta butir telur satu hari, itu artinya 5.000 ton," ungkap Dadan.

Hal itu ia ungkapkan terkait dengan satu menu nasional yang dapat ditawarkan oleh BGN pada waktu tertentu. Misal, ditetapkan bahwa ada satu hari menu nasional dengan daging sapi di dalamnya. 

Satu ekor sapi diasumsikan untuk satu SPPG. Pada akhir tahun ini, BGN menargetkan sebanyak 19 ribu SPPG beroperasi. Dus, pada periode itu, dalam satu hari 19 ribu ekor sapi bakal dipotong untuk dikonsumsi. 

"Kalau 4 kali sebulan, ya bisa dikalikan, Pak. Tapi saya sudah konsultasi dengan dirjen peternakan, katanya cadangan sapi nasional cukup untuk bisa mengantisipasi program MBG," jelas Dadan. 

Adapun saat ini jumlah SPPG yang telah beroperasi tercatat mencapai 17.555 unit dan melayani 50.390.880 penerima manfaat di 38 provinsi, 509 kabupaten/kota, 7.022 kecamatan. Jumlah tenaga kerja yang terserap tercatat mencapai 741.985 orang dengan total supplier sebanyak 42.389 unit usaha.

"Terkait dengan serapan anggaran, sampai siang ini kita sudah menyerap Rp58 triliun atau mencapai 81%. Dan alhamdulillah surat dari kemenkeu sudah keluar untuk optimalisasi, karena ada pagu anggaran yang harus kita alihkan," jelas Dadan. (Mir/P-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya