Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Sayembara Mal, Pramono: Makin Besar Diskon, Makin Tinggi Potongan Pajak

Mohamad Farhan Zhuhri
10/12/2025 14:05
Sayembara Mal, Pramono: Makin Besar Diskon, Makin Tinggi Potongan Pajak
Pengunjung berjalan keluar dari salah satu gerai fesyen di pusat perbelanjaan Kuningan City, Jakarta.(ANTARA FOTO/Fauzan)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan melangsungkan kompetisi antar pusat perbelanjaan di Jakarta untuk memberikan diskon paling besar kepada warga dan wisatawan menjelang Natal dan Tahun Baru 2026. 

“Untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru yang sebentar lagi, saya melombakan semua pusat perbelanjaan untuk memberikan diskon yang sebesar-besarnya. Yang diskonnya makin besar, pajaknya makin murah,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, hari ini.

Ia menilai pendekatan kompetisi dapat menggerakkan belanja masyarakat sekaligus menarik wisatawan domestik untuk datang ke Ibu Kota. 

Dorongan belanja ini, menurut dia, berperan penting menahan tekanan harga pada periode liburan yang biasanya identik dengan lonjakan permintaan.

“Kenapa saya lakukan itu? Saya yakin kalau orang datang dengan diskon pasti lebih banyak, inflasinya tertahan. Inflasi di Jakarta kami menargetkan 2,5 sampai 2,7 dan saya yakin pasti akan tercapai,” tuturnya.

Politikus PDIP itu menjelaskan bahwa inflasi Jakarta hingga November menunjukkan tren stabil. Dengan peningkatan aktivitas belanja yang tetap terkendali, ia optimistis inflasi year-on-year pada Desember bisa bertahan di kisaran 2,7 persen, sesuai target pemerintah pusat.

Selain sektor ritel modern, Pramono juga memperluas konsep lomba ke pasar-pasar tradisional. Fokusnya adalah percepatan digitalisasi pembayaran, salah satu syarat utama bagi Jakarta untuk mengukuhkan diri sebagai kota global.

“Apapun, digitalisasi di Jakarta ini menjadi kata kunci utama untuk Jakarta menjadi kota global dan peringkatnya naik. Maka kami melombakan pasar-pasar tradisional. Sekarang ini semuanya kita minta menggunakan digitalisasi, pakai QRIS,” jelasnya.

Untuk memastikan adopsi teknologi berjalan cepat, Pemprov DKI menggandeng lembaga resmi sebagai juri dan mitra evaluasi.

“Bagaimana caranya supaya mereka mau? Dilombakan. Bagaimana cara melombakannya? Jurinya adalah Bank Indonesia dan OJK. Siapa pesertanya? Bank-bank besar, himbara, BCA, Bank DKI, dan sebagainya,” kata Pramono.

Ia menegaskan pendekatan insentif, kompetisi, dan digitalisasi telah terbukti efektif. Beberapa sektor layanan publik mengalami lonjakan signifikan pada transaksi elektronik sejak konsep lomba diterapkan.

“Apa yang terjadi? Ketika lomba itu kami adakan, digitalisasi di Jakarta naik 47 persen,” pungkasnya. (Far/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya