Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

KH Zulfa Mustofa Jadi Pj Ketum PBNU, Gus Yahya : tidak Mungkin Ada Dua 

Rahmatul Fajri
10/12/2025 13:41
KH Zulfa Mustofa Jadi Pj Ketum PBNU, Gus Yahya : tidak Mungkin Ada Dua 
Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya(Antara Foto)

KH Zulfa Mustofa ditunjuk menjadi PJ Ketum PBNU dalam rapat pleno di Jakarta, Selasa (9/12).  Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan hasil pleno itu tidak sah. Ia juga mengatakan tidak mungkin ada dua ketua umum.

"Enggak, enggak mungkin ada dua, wong tidak mungkin ada dua," kata Gus Yahya di Jakarta, Rabu (10/12). 

"Lha kalau Plenonya enggak sah itu kayak.. masa ya bisa dianggap sah gitu lho," ujarnya.

Ia mengatakan tak ada kader NU ataupun Nahdliyin yang mau organisasi itu pecah. Tentunya, kata Gus Yahya, semua pengurus di akar rumput juga ingin tidak ada dualisme.

"Ke bawah semuanya orang tidak mau NU pecah, tidak ada. Enggak ada yang mau NU pecah, enggak ada," katanya.

Lebih jauh Gus Yahya menyebut para kiai di pesantren dan cabang-cabang NU di daerah ingin NU bersatu atau islah. 

"Lihat pernyataan-pernyataan, mana yang memang beneran orang-orang yang sungguh-sungguh punya komitmen kepada NU," ucap dia.

Gus Yahya menuturkan, pengurus- pengurus PCNU sudah tidak terhitung mengirimkan surat agar NU tetap utuh.

Menurut Gus Yahya, isu soal perebutan urusan konsesi tambang, merupakan manuver atau opini.

"Masalah itu soal manuvering, ya namanya manuvering, opini ini biasalah. Ya. Nanti insyaallah ada jalan keluar," tutup Gus Yahya.

Rapat Pleno Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan Wakil Ketua Umum KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU. Zulfa menggantikan sementara posisi Ketua Umum Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam memimpin Tanfidziyah. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya