Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Ponorogo Sugiri Sancoko terkena operasi tangkap tangan atau OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap. Data KPK menunjukkan 51 persen kasus korupsi melibatkan kepala daerah.
Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai, meningkatnya kasus korupsi di tingkat daerah menandakan perlunya sistem pengawasan baru yang lebih ketat dan efektif.
“Angka ini tentu mengagetkan karena kasus korupsi di daerah justru lebih banyak daripada di pusat. Padahal sebelum politik desentralisasi diterapkan, kasus korupsi lebih dominan terjadi di tingkat pusat,” ujar Jamiluddin dalam keterangannya, Minggu (9/11).
Menurut Jamiluddin, kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran pola korupsi setelah Indonesia menerapkan politik desentralisasi.
“Perubahan dari sistem sentralistik ke desentralistik ternyata diikuti pergeseran locus korupsi. Ini tentu tidak diharapkan oleh para pengambil kebijakan ketika dulu memutuskan Indonesia menganut politik desentralisasi,” ucapnya.
Jamil menilai, meningkatnya praktik korupsi di daerah justru mencoreng semangat reformasi.
“Politik desentralisasi adalah anak kandung reformasi yang seharusnya anti terhadap korupsi, kolusi, dan nepotisme. Karena itu, perlu dilakukan diagnosis mendalam mengenai penyebab meningkatnya korupsi di daerah,” jelasnya.
Jamiluddin berpendapat, politik desentralisasi sejatinya memiliki tujuan baik yakni meningkatkan efektivitas pelayanan publik, memperkuat demokrasi, dan mendekatkan pengambilan keputusan kepada masyarakat.
Akan tetapi, lanjut Jamil, sistem ini juga membawa konsekuensi berupa kewenangan besar bagi kepala daerah hingga kepala desa dalam mengelola anggaran.
“Ketika kepala daerah dan kepala desa diberi kewenangan mengelola dana APBD dan dana desa, maka terbuka pula peluang penyalahgunaan anggaran, terutama bagi mereka yang tidak berintegritas. Di sinilah berlaku pepatah: setiap ada kesempatan, di situ ada peluang untuk korupsi,” tegasnya.
Jamil menambahkan, biaya politik yang tinggi dalam pilkada maupun pemilihan kepala desa sering dijadikan alasan pembenar bagi praktik korupsi. (H-4)
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (kanan), bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono, berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan perdana di KPK.
KPK menyebutkan total suap yang diterima oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yakni sebesar Rp2,6 miliar yang didapat dari tiga klaster tindak pidana, berikut rinciannya
KPK menyita yang sebesar Rp500 juta dari operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang diminta dari Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Yunus Mahatma
KPK membawa tujuh orang hasil OTT ke Jakarta, termasuk Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Penangkapan ini berkaitan dengan mutasi dan promosi jabatan. KPK belum memberikan informasi resmi soal berapa pihak yang ditangkap, selain Sugiri.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar praktik korupsi impor barang palsu atau KW yang melibatkan PT Blueray Cargo dan oknum Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Kasus ini terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu, 4 Februari 2026 di Jakarta dan Lampung.
Penguatan pengawasan internal dan eksternal perlu dibarengi dengan kewenangan yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif.
PENGUATAN sistem pengawasan hakim kembali dipertanyakan menyusul operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim di Pengadilan Negeri (PN) Depok.
KETUA Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Kota Depok Bambang Setyawan yang terjerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK diberhentikan sementara.
KPK melakukan tiga OTT beruntun di awal 2026 menyasar pajak, bea cukai, dan peradilan.
MA akan memberhentikan sementara hakim dan aparatur PN Depok yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved