Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Eks Penyidik KPK Sebut Kemungkinan Suap atau Gratifikasi di Proyek Kereta Cepat Whoosh Kecil

Candra Yuri Nuralam
01/11/2025 12:14
Eks Penyidik KPK Sebut Kemungkinan Suap atau Gratifikasi di Proyek Kereta Cepat Whoosh Kecil
Kereta cepat Whoosh melintas di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.(Dok. Antara)

MANTAN Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Praswad Nugraha menilai kecil kemungkinan terjadi suap atau gratifikasi di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh. Ia menduga, dugaan korupsi di proyek kereta cepat tersebut hanya berkaitan dengan kerugian negara.

Sebelumnya, KPK membuka penyelidikan atas dugaan mark up dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Isu rasuah itu bergulir usai viralnya pernyataan eks Menko Polhukam Mahfud MD.

"Ini menjadi indikasi yang serius terjadinya korupsi karena kemahalan tersebut telah merugikan keuangan negara karena membuat beban pembayaran yang harus dibayar oleh negara menjadi sangat tinggi," kata Praswad melalui keterangan, Sabtu, (1/11).

Praswad mengatakan, spekulasi darinya didasari keterangan eks Menkopolhukam Mahfud MD. Terbilang, Mahfud menyebut ada mark up atau peningkatan harga wajar dari proyek Whoosh.

"Terdapat indikasi yang besar adanya dugaan korupsi pada proyek Kereta Cepat Whoosh apabila apa yang disampaikan oleh Mahfud MD bahwa terjadi kenaikan angka sampai tiga kali lipat dari harga yang normal adalah suatu kebenaran," ucap Praswad.

Analisis dia juga didasari kerugian dari operasional Whoosh sampai saat ini. Praswad menyebut ada sejumlah pihak yang tengah mencoba menutup kerugian negara dengan biaya operasional Whoosh.

"Terlebih, sampai saat ini pun terjadi perdebatan bagaimana cara untuk bisa menutup kerugian yang terjadi akibat dari adanya proyek Kereta Cepat Whoosh," terang Praswad. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik