Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOSEN hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta Chairul Huda menuturkan perlu ada penyelidikan terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Apalagi, sambung dia, pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut kereta cepat jakarta-bandung barang busuk sejak awal. Hal itu bisa jadi pijakan awal untuk mengusut potensi pidana. Tujuannya, kata dia, memastikan tak ada praktik korupsi dalam perencanaan yang berujung pada persoalan utang.
Ia lebih jauh menuturkan apabila ada dugaan korupsi itu bukan delik aduan, melainkan delik umum. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), imbuh dia, dapat mengusut dugaan korupsi tanpa harus ada laporan terlebih dulu.
"Korupsi bukan delik aduan sehingga tidak memerlukan pengaduan khusus. Mestinya KPK menyikapi informasi masyarakat termasuk apa yang disampaikan Pak Mahfud, sebagai informasi dugaan adanya peristiwa pidana," kata dia saat dihubungi, Selasa (21/10).
Ia menegaskan pengusutan dugaan korupsi Whoosh penting lantaran proyek tersebut telah memberi beban utang yang cukup besar bagi PT KAI.
"Seharusnya begitu (diusut) karena membebani BUMN, bahkan bisa jadi ada kerugian keuangan negara jika benar ada mark up," kata Chairul.
Dia memaklumi jika KPK enggan mengusutnya. Sebab, pimpinan di lembaga antirasuah tersebut merupakan hasil seleksi dari pemerintahan periode lalu. Jika diusut, kemungkinan adanya keterlibatan pemerintahan lalu pada dugaan korupsi Whoosh dapat terungkap.
Chairul juga menyoroti pernyataan Menurut Chairul, pernyataan Luhut itu juga bisa menjadi pijakan awal untuk mendalami adanya dugaan korupsi pada proyek tersebut. Dia bahkan mendorong agar keterlibatan Luhut diusut tuntas. Menurut Chairul, jika memang tidak terlibat Luhut bersedia mendukung pengusutan untuk menjaga nama baiknya.
"Tapi jika benar pak Luhut tahu bahwa proyek ini sudah busuk, mengapa diteruskan? Seharusnya pak Luhut jadi orang yang menghentikan atau membatalkan proyek tersebut," tuturnya.
"Dalam hukum pidana, pak Luhut yang mengetahui bahwa proyek tersebut busuk, tetapi tidak ikut membatalkan termasuk kategori functionale dader (pembuat fungsional)," pungkas Chairul. (H-4)
Presiden Prabowo Subianto meminta publik tak perlu cemas dan khawatir mengenai permasalahan utang dari proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Whoosh
ANGGOTA Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron menyoroti pernyataan Jokowi bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh merupakan investasi sosial
KETUA Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Woosh sudah mampu
KPK harus serius mendalami kasus korupsi dugaan markup proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh dan penggunaan jet pribadi oleh KPU
ANGGOTA Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar, Soedeson Tandra meminta profesional menyelidiki dugaan korupsi dan mark up proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau woosh
PEMERINTAH Indonesia menghentikan sementara izin operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) menyusul tuduhan kuat bahwa aktivitas perusahaan pulp dan kertas tersebut ikut berkontribusi pada kerusakan lingkungan dan bencana ekologis di wilayah Sumatra.
KETUA Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan maupun kepemilikan dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL).
KETUA Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa dirinya telah menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari sejak lebih dari 20 tahun lalu.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan membantah tuduhan yang mengaitkannya dengan kepemilikan perusahaan Toba Pulp Lestari (TPL).
Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan sejarah pembangunan kawasan industri Morowali dimulai pada era Presiden SBY.
KETUA Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Woosh sudah mampu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved