Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK kriminal bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi teror disertai pembunuhan terhadap 7 orang warga di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
OPM awalnya membunuh dua pendulang emas di Jalan Poros Kampung Bingki, lalu membunuh 3 warga di Kali Kulim Distrik Seradala dan 2 korban lainnya di Camp Ekskavator Kali 1 Distrik Seradala Kabupaten Yahukimo.
Tokoh adat Papua, Musa Heluka, menyebut aksi pembantaian yang dilakukan oleh OPM Kodap XVI Yahukimo sangat melukai orang asli Papua, mengingat 2 dari 7 korban yang ditemukan telah tewas dengan kondisi yang sangat mengenaskan adalah penduduk asli Yahukimo.
Musa mengatakan pembunuhan ini menegaskan bahwa aksi OPM kini bukan hanya menyasar masyarakat pendatang, melainkan juga warga asli Papua.
“Lebih mengejutkan lagi, Sebby Sambom yang mengaku sebagai juru bicara TPNPB-OPM, menyuarakan hasutan secara terbuka agar OPM tidak segan untuk melakukan pembunuhan terhadap masyarakat asli Papua,” kata kata Heluka melalui keterangannya, Jumat (3/10).
Heluka mempertanyakan OPM yang mengaku memperjuangkan Papua, justru membunuh anak-anak Papua sendiri, sehingga OPM sudah tidak punya alasan lagi untuk membenarkan kekerasan ini.
Senada, Ketua Dewan Adat Yahukimo Yonas Wakerwa mengutuk keras aksi biadab OPM, yang membunuh 7 warga di wilayah adat Yahukimo Papua Pegunungan. Pembantaian yang dilakukan OPM di Yahukimo Pegunungan Papua menambah daftar panjang aksi kejahatan kemanusiaan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata tersebut di tanah Papua.
“Ini bukan perjuangan, ini kebrutalan yang tidak beradab. Kalau OPM bilang berjuang untuk rakyat Papua, maka seharusnya melindungi rakyat, bukan membantai mereka. Perbuatan ini kejam dan biadab,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Adarma Sinaga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Dia memastikan aparat hadiri melindungi masyarakat dari serangan KKB.
"Kami memahami peristiwa ini menimbulkan keresahan, tetapi saya tegaskan bahwa aparat keamanan selalu hadir untuk melindungi masyarakat. Operasi Damai Cartenz berkomitmen menjaga keselamatan setiap warga Papua," ujar Adarma. (H-3)
Kapolri perintahkan pengejaran pelaku penembakan pesawat Smart Air di Korowai, Papua Selatan. Identitas pelaku disebut sudah dikantongi.
Berikut identitas pilot, kopilot dan 13 penumpang pesawat Smart Air PK-SNR yang ditembak KKB saat mendarat di Karowai, Boven Digoel, Papua Selatan.
Pesawat Smart Air ditembak KKB saat mendarat di Karowai, Boven Digoel, Papua Selatan. Pilot dan kopilot dilaporkan tewas, sementara kondisi 13 penumpang masih belum dipastikan.
Polri menerjunkan tim ke Boven Digoel, Papua Selatan, untuk menyelidiki penembakan pesawat Smart Air PK-SNR. Operasi Damai Cartenz 2026 dikerahkan ke lokasi.
Pesawat Smart Air PKS-NR ditembak saat mendarat di Bandara Koroway, Boven Digoel, Papua Selatan. Pilot dan kopilot dilaporkan tewas akibat serangan yang diduga dilakukan KKB.
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka batal berkunjung ke Yahukimo, Papua, Papua Pegunungan. Kunjungan itu dijadwalkan Rabu (14/1) atas alasan keamanan
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
Direktur Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Noor Azhari, mengutuk keras aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka batal berkunjung ke Yahukimo, Papua, Papua Pegunungan. Kunjungan itu dijadwalkan Rabu (14/1) atas alasan keamanan
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, yang sedianya bertolak menuju Kabupaten Yahukimo menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU, terpaksa membatalkan rencana tersebut.
WAKIL Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka terpaksa membatalkan agenda kunjungan kerjanya ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu (14/1/2026).
Mereka menyatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan kesadaran penuh tanpa paksaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved