Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjajaki kerja sama strategis dengan Chandler Institute of Governance (CIG), lembaga internasional berbasis di Singapura yang memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung penguatan tata kelola pemerintahan di berbagai negara.
Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo menegaskan bahwa upaya ini sejalan dengan komitmen Kemendagri untuk memperkuat peran pemerintah daerah sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik.
"Kemendagri dalam hal ini BSKDN memiliki tugas dan fungsi melakukan pembinaan dan pengawasan (Binwas) kepada daerah, khususnya terkait koordinasi dan sinkronisasi strategi kebijakan di bidang pemerintahan dalam negeri," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Selasa (16/9).
Lebih lanjut, Yusharto menjelaskan, pihaknya berupaya terus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan daerah melalui pengembangan sejumlah instrumen atau indeks pengukuran berbasis data. Indeks ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki kinerja, meningkatkan kualitas layanan publik, serta merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
Adapun empat indeks strategis yang dikembangkan BSKND meliputi Indeks Inovasi Daerah (IID), Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD), Indeks Kepemimpinan Kepala Daerah (IKKD), dan Indeks Tata Kelola Pemerintahan Daerah (ITKPD). “Daerah menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, dengan CIG kami berharap instrumen pengukuran yang lebih komprehensif, berbasis data, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke depannya," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, CIG memaparkan inisiatif Local Government Index sebuah instrumen yang dirancang untuk mengukur, menilai, sekaligus mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah. Indeks ini berfokus pada aspek-aspek penting seperti kapasitas sumber daya, visi dan perencanaan, keterampilan aparatur, jejaring kerja sama, hingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Di sisi lain, Yusharto mengatakan Local Government Index diharapkan dapat melengkapi instrumen evaluasi yang sudah dijalankan oleh Kemendagri, seperti Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD), serta bersinergi dengan data yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan demikian, hasil pengukuran kinerja pemerintah daerah akan menjadi lebih holistik dan relevan terhadap kebutuhan masyarakat.
Dirinya menilai kolaborasi dengan CIG berpotensi memberikan manfaat strategis, mulai dari penguatan kapasitas aparatur daerah, peningkatan transparansi, hingga penciptaan kebijakan berbasis bukti. "Semoga ini menjadi awal yang baik untuk memberikan perubahan-perubahan yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (H-2)
PEMERINTAH menegaskan komitmen mempercepat penanganan pascabencana di wilayah Sumatra melalui penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga.
BSKDN Kemendagri memperkuat peran strategisnya dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dalam upaya penurunan tingkat pengangguran.
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi menegaskan bahwa DKB merupakan hasil proses pembersihan dan sinkronisasi ketat untuk menghapus data ganda atau anomali.
DIREKTORAT Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat sebanyak 5,5 juta penduduk Indonesia bercerai pada 2025.
Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II 2025 yang dihimpun, diketahui jumlah penduduk Indonesia mencapai 288.315.089 jiwa. Penduduk laki-laki memiliki jumlah lebih tinggi.
MAYORITAS penduduk Indonesia saat ini berada pada kelompok usia produktif. Hingga Semester II Tahun 2025, sebanyak 199.026.595 jiwa berada di rentang usia 15 hingga 64 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved