Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengingatkan kabinet Presiden Prabowo Subianto berpotensi tidak lepas dari jerat korupsi. Itu karena pola pemilihan menteri dan wakil menteri yang sarat balas budi politik, bukan meritokrasi sehingga membuka ruang besar bagi praktik penyalahgunaan kekuasaan.
"ICW mendukung langkah KPK mengejar ketertinggalan penindakan kasus korupsi selama beberapa tahun ke belakang. Penguatan penindakan melalui OTT (operasi tangkap tangan) ini penting, mengingat korupsi diyakini masih banyak terjadi di berbagai lini kekuasaan, tidak terkecuali di kabinet baru Presiden Prabowo Subianto," ujar peneliti ICW Yassar Aulia saat dihubungi, Kamis (21/8).
Ia menegaskan, ICW sejak awal melihat pemilihan pejabat di kementerian dan lembaga lebih kental nuansa politik dibandingkan dengan pertimbangan profesional.
Situasi itu, menurutnya, menjadi alarm potensi korupsi. Kasus yang menimpa sejumlah menteri maupun wakil menteri di periode lalu seharusnya cukup menjadi tamparan keras bagi Presiden untuk tidak mengulangi kesalahan serupa.
Kasus terbaru yang menjerat Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, disebut Yassar sebagai bukti nyata lemahnya tata kelola pemerintahan. Aksi-aksi performatif seperti inspeksi mendadak yang kerap dilakukan pejabat, kata dia, ternyata tidak menjamin perbaikan tata kelola. Justru, praktik itu membuka celah baru bagi munculnya suap dan pemerasan.
"OTT terhadap Immanuel Ebenezer ini juga sepatutnya menjadi sinyal bagi jajaran Kabinet Merah Putih lainnya. Aksi-aksi performatif seperti inspeksi mendadak yang kerap dilakukan Wamenaker selama ini ternyata tidak serta-merta selaras dengan perbaikan tata kelola good governance dan justru menjadi risiko baru munculnya suap dan pemerasan," jelas Yassar.
Ia menambahkan, risiko korupsi semakin tinggi ketika pejabat berinteraksi langsung dengan pihak swasta. Tanpa pendekatan sistemik, akuntabilitas dan transparansi publik sulit tercapai. Karena itu, ICW menekankan perlunya pembenahan menyeluruh, bukan hanya sekadar aksi simbolik.
Yassar juga menyoroti fakta terkait Kementerian Ketenagakerjaan kembali tercoreng kasus korupsi. Dalam dua tahun terakhir, setidaknya tiga kasus di kementerian tersebut ditangani KPK. Hal ini menandakan pejabat sudah tak lagi gentar terhadap ancaman penegakan hukum.
"Jangan sampai kementerian yang orientasinya melindungi pekerja malah menjadi sarang korupsi yang justru merugikan pekerja. Terlebih, dalam kasus korupsi ini diduga berkaitan dengan sertifikasi K3 yang tujuannya adalah untuk melindungi pekerja dari risiko bahaya tinggi," kata Yassar.
Karena itu, ICW menuntut KPK agar tidak berhenti pada angka penindakan semata. Setiap kasus, kata Yassar, harus dibongkar hingga tuntas dan ditindak dengan hukuman yang benar-benar menimbulkan efek jera. (Mir/P-2)
Penyerahan zakat Presiden Prabowo diterima dan didoakan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., sebagaimana kewajiban amil untuk mendoakan para muzaki.
Presiden Prabowo Subianto memanggil Hasan Nasbi ke Istana Kepresidenan hari ini (12/3). Apakah ini sinyal perombakan kabinet? Simak keterangan lengkapnya.
Lili mengatakan publik berharap pertemuan para menteri tersebut tidak sekadar menjadi forum koordinasi.
Presiden Prabowo Subianto gelar buka puasa bersama tokoh bangsa di Istana Merdeka. Bahas isu strategis, geopolitik, hingga Makan Bergizi Gratis (MBG). Cek detailnya!
PRESIDEN Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas atau ratas di Kertanegara, Jakarta, Jumat (27/2) dengan menteri Kabinet Merah Putih setelah melakukan kunjungan luar negeri ke AS
Letkol Teddy Indra Wijaya berperan sebagai Sekretaris Kabinet yang menjaga harmonisasi dan konsistensi kebijakan Kabinet Merah Putih.
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mendesak pemerintah untuk segera membatalkan kebijakan impor 105.000 unit kendaraan pick up (pikap) dari India.
Indonesia Corruption Watch mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi yang melimpahkan laporan dugaan pemerasan 43 anggota Polri ke Kedeputian Korsup.
ICW meminta KPK mengawasi 1.179 SPPG milik Polri karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan ketimpangan pengelolaan dana hingga Rp2,2 triliun per tahun.
ICW menyoroti dugaan gratifikasi penggunaan jet pribadi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat kunjungan ke Sulsel. Fasilitas dari OSO dinilai berpotensi melanggar aturan
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
PERNYATAAN Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi mengenai wacana revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi atau revisi UU KPK menuai kritik dan terkesan cuci tangan oleh ICW
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved