Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
WACANA reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih pada momen enam bulan pemerintahan menjadi hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Direktur Eksekutif Triaspols, Agung Baskoro, mengatakan salah satu aspek yang bakal dijadikan pertimbangan dalam mengganti menteri adalah perihal yuridis.
"Itu terkait apakah ada menteri yang terkait dengan kasus hukum atau memang sudah ditetapkan menjadi tersangka," katanya kepada Media Indonesia, Sabtu (24/5).
Menurut Agung, saat ini memang belum ada pembantu Presiden Prabowo yang secara definitif berstatus tersangka. Namun, meski tidak menyebut nama, ia mengatakan ada beberapa menteri yang tersandera oleh kasus tertentu sampai saat ini. Faktor yuridis, sambungnya, adalah satu dari tiga pertimbangan bagi Prabowo untuk mengganti menteri. Dua pertimbangan lainnya adalah teknokratis dan politis. Agung berpendapat dimensi teknokratis menjadi yang paling menonjol sebagai alasan dalam merombak kabinet saat ini, khususnya menteri yang terkait ekonomi.
Sejumlah tantangan yang menjadi pekerjaan rumah menteri-menteri di bidang ekonomi adalah negosiasi tarif dengan Amerika Serikat, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, penurunan daya beli, dan stabilitas harga kebutuhan pokok.
"Hal semacam ini membuat menteri-menteri ekonomi menjadi sorotan, apakah memang mereka mampu selain menuntaskan Asta Cita dan juga memberikan inovasi kebijakan lewat beragam masalah-masalah kontekstual yang dihadapi masyarakat?" jelas Agung.
Adapun pertimbangan politis dalam merombak kabinet juga ditentukan oleh arah PDI Perjuangan dalam agenda kongres partai mendatang. Jika PDI Perjuangan menyatakan bergabung dengan pemerintahan Prabowo, Agung mengatakan bakal terjadi dinamika di internal koalisi pemerintahan.
"Karena bagaimanapun PDI Perjuangan harus diakomodir dalam pemerintahan, tapi kalau hanya sebatas mitra strategis, mungkin pola relasinya hanya seperti saat sekarang," jelasnya. (E-3)
Pemerintahan Prabowo-Gibran genap berusia satu tahun pada 20 Oktober 2025. Dari sektor ekonomi, beberapa capaian mendapat apresiasi. Namun sejumlah catatan juga dinilai masih berantakan.
Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menyoroti reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, angkat bicara soal absennya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam acara pelantikan reshuffle Kabinet Merah Putih jilid III di Istana Negara, Rabu (17/9).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di level 8.025,18 pada perdagangan kemarin, Rabu (17/9).
Keputusan Presiden Prabowo Subianto dalam mereshuffle Kabinet Merah Putih merupakan upaya untuk konsolidasi kekuasaan.
Presiden Prabowo Subianto menepis isu perpecahan kabinet dan pamer capaian swasembada beras serta rekor produksi beras tertinggi sepanjang sejarah RI.
Presiden Prabowo Subianto kembali mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih dalam retret kabinet jilid kedua yang digelar di Hambalang.
Politisi asal Dapil Papua Selatan tersebut juga menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah yang telah berjalan selama satu tahun terakhir.
MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan soliditas Kabinet Merah Putih tetap terjaga setelah Presiden Prabowo akan mengawasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman menilai arah kebijakan ekonomi yang dievaluasi dalam retret kabinet di Hambalang
Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan mencampuri konflik politik antara Amerika Serikat dan Venezuela. Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut pemerintah fokus pada urusan dalam negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved