Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan bahwa mahasiswa merupakan bagian penting dari kekuatan sosial. Oleh karena itu, ia tidak sependapat dengan tudingan masuknya TNI ke perguruan tinggi untuk melemahkan kekuatan mahasiwa.
"Dalam konteks tantangan geopolitik dan ketidakpastian global saat ini, melemahkan mahasiswa, terutama daya kritis dan kepeduliannya terhadap negara, adalah kerugian besar bagi bangsa," ujarnya kepada Media Indonesia, Sabtu (5/4).
Hal itu disampaikan Fahmi menanggapi fenomena TNI masuk kampus yang menjadi sorotan terjadi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Udayana, dan di Papua. Berdasarkan fenomena tersebut, Fahmi juga sangsi perguruan tinggi di Indonesia akan kembali mengalami situasi seperti era Orde Baru dengan kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK).
Menurutnya, membandingkan situasi hari ini dengan zaman Orde Baru tidak sepenuhnya relevan. Terlebih, demokrasi Indonesia sudah jauh berkembang lewat keterbukaan publik atas isu pertahanan yang semakin tinggi. Kendati demikian, ia tetap meminta publik untuk tetap waspada.
Fahmi berpendapat, sosialiasasi yang digunakan dalam konteks Revisi Undang-Undang TNI memang bermasalah. Baginya, salah satu hal yang perlu dikritisi adalah pelibatan satuan teritorial TNI secara langsung di perguruan tinggi.
Pasalnya, prajurit tidak digembleng untuk berdialektika dalam ruang akademik yang menuntut keterbukaan, argumen rasional, dan tolerir atas perbedaan.
"Mereka dibentuk dalam kultur komando, bukan deliberasi. Artinya, dalam suasana pro-kontra seperti sekarang, pelibatan mereka dalam ruang akademik justru berpotensi kontraproduktif, baik terhadap substansi sosialisasi maupun persepsi publik terhadap intensi di baliknya," terang Fahmi.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya memastikan kehidupan akademik tetap menjadi ruang aman untuk berpikir dan bertanya. Fahmi mengatakan, mahasiwa bukan ancaman, melainkan mitra strategis negara. Lagi pula, sambungnya, negara yang besar adalah yang tidak takut pada kecerdasan warganya. (Tri/P-3)
KKN tematik ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wadah pembelajaran bagi mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu sosial.
Ketidakjelasan ini disebut menyebabkan warga negara tidak dapat memprediksi secara rasional apakah kritik atau pendapatnya dapat dipidana.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved