Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU bicara PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli menilai ide Presiden ke-7 RI Joko Widodo tentang partai super Tbk merupakan kritik pada otoritarianisme Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kekuasaannya di atas jabatan Ketua Umum Kaesang Pangarep.
Guntur menilai meskipun Kaesang Pangarep sudah menjabat sebagai Ketua Umum PSI, namun menurut AD/ART PSI, kewenangan ketua umum masih berada di bawah kekuaasaan Dewan Pembina PSI.
Ia menjelaskan dalam AD/ART PSI Pasal 14 (Struktur Partai) Ayat (1) disebutkan "Dewan Pembina sebagai Pemegang Otoritas Tertinggi Partai". Saat ini Dewan Pembina PSI diketuai oleh Jeffrie Geovanie dan sekretarisnya Raja Juli Antoni.
"Artinya dua orang inilah, Jeffrie dan Raja Juli pemegang kekuasaan mutlak di PSI. Dan Jeffrie Geovanie adalah pemilik sesungguhnya PSI. Bukan Kaesang Pangarep, anak Jokowi, meskipun menjabat sebagai Ketua Umum PSI," kata Guntur melalui keterangannya, Minggu (9/3).
Guntur mengatakan dalam Pasal 16 tentang Dewan Pembina disebutkan Dewan Pembina memiliki kewenangan yang absolut dan tak terbatas. Maka dari itu, ia mengatakan jabatan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum di PSI tidak punya arti apa-apa karena di bawah bayang-bayang dan di bawah kendali Dewan Pembina PSI.
"Sewaktu-waktu jabatan ketua umum PSI bisa diganti oleh Dewan Pembina PSI seperti dalam Pasal 13 "Wewenang Dewan Pembina" Ayat (3) "Mengesahkan dan Memberhentikan Dewan Pimpinan Pusat..."," kata Guntur.
Maka dari itu, Guntur menyimpulkan ide Jokowi soal Super Tbk sebenarnya adalah kritik yang keras terhadap struktur kepemimpinan dan kepemilikan yang ada di PSI, bahwa PSI dikuasai dan dimiliki oleh Dewan Pembina, tidak dipimpin oleh ketua umum. Selain itu, usulan Jokowi soal partai "Super Tbk" adalah upaya untuk melindungi dan mendukung anaknya Kaesang Pangarep yang menjabat Ketua Umum PSI tapi masih dalam bayang-bayang dan kendali Dewan Pembina PSI.
"Ibaratnya PSI sekarang adalah perseroan terbatas (PT) yang dikuasai dan dimiliki oleh Dewan Pembina, kalau mau menjadi Super Tbk siapa investor yang akan memiliki saham mayoritas di PSI nanti? Apakah Jokowi dan Kaesang? Inilah cara pandang perusahaan yang dipakai untuk melihat partai," katanya.
Sebelumnya, Jokowi disebut membentuk Partai Super Terbuka. Menteri Koperasi Budi Arie mengemukakan isi obrolan dalam pertemuan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. Salah satu pembahasannya, yakni soal partai super terbuka (Tbk).
Pertemuan tersebut dilaksanakan usai hadir dalam pelantikan pejabat di Istana Negara. "Partai super Tbk, yaudah terjemahin aja. Partai dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat," ujar Ketua Umum Projo usai hadir pelantikan kepala daerah di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2).
Namun, Budi enggan membeberkan secara detil soal rencana pembuatan partai super dengan Jokowi. "Segitu dulu jangan banyak-banyak," tandas Budi. (H-4)
GAGASAN Partai Super Tbk sebagai yang digaungkan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dinilai hanya mungkin diadopsi PSI.
Pemilik Persis Solo, Kaesang Pangarep, temui Pasoepati dan janjikan evaluasi total manajemen serta perombakan pemain untuk selamatkan Laskar Sambernyawa.
Dalam suasana penuh canda itu, Presiden menduga riuhnya para peserta yang menyambut putra bungsu Presiden Jokowi itu, karena badannya lebih besar dan lebih ganteng.
KETUA Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menegaskan bahwa target utama partainya pada Pemilu 2029 ialah lolos ke DPR RI atau Senayan.
PSI bersiap untuk verifikasi partai politik dalam pemilu 2029 agar lolos ke Senayan. Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep siapkan konsolidasi internal
SK dari Kemenkum diterima oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PSI Raja Juli Antoni.
Diharapkan SK yang diterima dari Menteri Hukum akan membawa kabar baik untuk segenap kader PSI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved