Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengatakan pihaknya mendukung partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus untuk membentuk koalisi permanen guna mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga 2029.
Viva mengaku PAN tidak diragukan lagi akan terus berkoalisi dengan Prabowo. Menurutnya, PAN dan Prabowo telah menjadi koalisi selama 15 tahun.
"Tidak usah diragukan lagi sudah 15 tahun kami berkoalisi dengan partai Gerindra karena ada persamaan visi perjuangan. Yang kedua kita ini termasuk bukan sekedar kawan atau kawan di jalan, tidak, kami dengan Gerindra itu sudah seperti saudara pada brotherhood saudara ideologi," kata Viva di DPP PAN, Jakarta, Kamis (6/3).
"Jadi kalau ditanya apakah PAN setuju koalisi permanen dengan Gerindra setuju," tambahnya.
Viva mengungkapkan pihaknya ke depan akan mengawal dan mewujudkan program pemerintahan Presiden Prabowo.
"Kita akan mengawal program-program pemerintahan Pak Prabowo ke depan dan kita yakin bahwa apa yang kita perjuangkan itu selaras dengan cita-cita kemerdekaan dan kita akan terus berjuang agar penataan kinerja pemerintah ini bisa berjalan dengan baik sesuai dengan harapan rakyat," katanya.
Sebelumnya, gagasan koalisi permanen dilontarkan oleh Presiden Prabowo Subianto ketika bersilaturahmi dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan koalisi permwnagar ada kepastian politik dan keberlanjutan pembangunan serta pelaksanaan kebijakan-kebijakan pemerintah.
Namun demikian, Muzani mengatakan gagasan Prabowo merupakan usulan kepada ketua umum partai yang tergabung dalam KIM Plus. Nantinya, ketua umum partai yang menentukan apakah setuju atau tidak dengan usulan koalisi permanen.
"Selanjutnya tentu saja gagasan itu terserah kepada bagaimana para pimpinan partai politik itu menyikapi dan mengambil keputusan atas hal tersebut. Namun sampai hari ini belum ada pembicaraan yang bersifat implementatif dari gagasan itu, tapi sebagai sebuah gagasan itu adalah gagasan yang bagus, gagasan yang genuine, yang diharapkan bisa menciptakan stabilitas politik dan stabilitas bagi pemerintahan yang akan datang," katanya. (Faj/P-2)
usulan pembentukan koalisi permanen dalam Rapimnas I Partai Golkar perlu dicermati secara serius agar tidak mengancam fungsi demokrasi di parlemen
ANGGOTA Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ujang Bey, menilai urgensi koalisi permanen masih rendah karena dinamika politik setiap pemilu berbeda. Ia menolak usulan koalisi permanen
SEKJEN Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan usulan Presiden Prabowo Subianto terkait koalisi permanen bukanlah gagasan baru. Ia mengatakan koalisi permanen diwacanakan setiap periode
koalisi permanen yang terdiri atas gabungan partai politik pendukung pemerintah, dinilai lebih cocok diterapkan di negara yang menganut sistem pemerintahan parlementer.
Ketum PKB Abdul Muhaimin Iskandar berharap Koalisi Merah Putih (KMP) bisa terus dijaga, sehingga pemerintah bisa menyelesaikan tugasnya sampai akhir
Waketum PAN Eddy Soeparno mengaku pihaknya terbuka dengan usulan mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke tangan DPRD kembali menguat.
Selain di bidang ketenagakerjaan, Eddy juga menyoroti kebijakan kemandirian pangan yang mulai menunjukkan hasil positif.
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menjelaskan soal nasib Eko Patrio dan Uya Kuya di DPR RI.
FRAKSI Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD DKI Jakarta menyatakan sikap tegas menolak kehadiran atlet Israel dalam ajang World Artistic Gymnastic Championship 2025
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang akan menyiapkan 4.000 beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada tahun 2026.
MK membuat ketentuan hukum baru dengan mendetailkan bahwa pelaksanaan Pemilu lokal harus dilaksanakan antara dua atau dua setengah tahun setelah pemilu nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved