Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH Partai Gerindra yang memutuskan untuk mencalonkan lagi Ketua Umumnya, Prabowo Subianto, sebagai presiden pada Pilpres 2029 masih dinilai terlalu dini oleh peneliti senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli. Namun, ia menduga keputusan itu dilakukan untuk mengukur loyalitas partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus.
"Tentu keputusan tersebut untuk menguji sejauh mana loyalitas partai koalisi dalam memberikan dukungan pada Prabowo sebagai capres nanti. Bisa jadi pencapresan ini menjadi tolok ukur kesetian partai koalisi pada Prabowo," terang Lili kepada Media Indonesia, Sabtu (15/2).
Selain Gerindra, partai anggota KIM plus antara lain terdiri dari Golkar, Demokrat, PKB, NasDem, PAN, PKS, PSI, PBB, Gelora, dan Prima. Dengan ditetapkannya Prabowo sebagai capres 2029, Lili menilai partai-partai tersebut berada pada posisi dilematis, terlebih jika mereka sudah berniat mencalonkan jagoannya masing-masing.
"Ini menjadi dilema bagi anggota koalisi. Bagi partai-partai yang akan mencalonkan pimpinan atau kandidat lain, bisa kikuk kalau ikut-ikutan mendeklarasikan capresnya karena sudah didahului Gerindra," jelasnya.
Apalagi, keran bagi seluruh partai memajukan capres-cawapres sendiri terbuka lebar setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan Putusan Nomor 62/PUU-XXII/2024 yang menyatakan Pasal 222 Undang-Undang Pemilu inkonstitusional.
Beleid yang dihapus MK itu mengatur soal presidential threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden yang selama ini digunakan, yakni minimal 20% kursi DPR atau memperoleh 25% suara sah nasional di pemilu sebelumnya.
Lebih lanjut, Lili berpendapat bahwa langkah Gerindra mencalonkan Prabowo di 2029 sejak jauh-jauh hari adalah untuk membangun soliditas internal partai dan penguatan elektoral. Itu, sambungnya, untuk memperkuat citra Prabowo sebagai simbol perjuangan partai.
"Ini untuk menegaskan kepada kader, simpatisan, dan loyalis agar tetap mendukung Prabowo dan Gerindra pada Pemilu 2029. Apalagi saat ini berdasarkan survei, elektabilitas Gerindra tertinggi, meninggalkan partai-partai lain. Pencalonan Prabowo tersebut juga untuk memastikan dan mengikat basis massa," tandas Lili. (Tri/P-1)
Struktur insentif politik Indonesia yang masih tersentralisasi membuat kompetisi elit nasional tetap berlanjut di level daerah.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pemilih saat ini cenderung pragmatis dan lebih menghargai manfaat nyata yang dirasakan langsung daripada janji politik yang bersifat abstrak.
Hanura juga mendukung upaya pemerintah mewujudkan kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial
Dia mengungkapkan, banyak tokoh mulai tertarik bergabung dengan PSI, termasuk ASN yang menunggu masa pensiun dan beberapa anggota DPRD dari partai lain jelang Pemilu 2029.
Kelmi Amri memasang target 60 kursi DPRD se-Riau pada pemilu mendatang.
PENCALONAN Prabowo Subianto sebagai presiden priode kedua pada Pemilihan umum (Pemilu) atau Pilpres 2029 sudah dipastikan.
Pria yang akrab disapa Romy tersebut mengatakan bahwa PPP masih menunggu hasil muktamar partai yang rencananya digelar pada September mendatang.
Sebaiknya pemerintahan saat ini bekerja saja untuk masyarakat. Ketika kinerja baik tentu akan mendapatkan respon yang positif dan modal menuju Pilpres 2029.
Prabowo membeberkan dirinya masih fokus bekerja dan dukungan tersebut merupakan urusan nanti. Orang nomor satu di Indonesia itu mengaku ingin lebih dulu bekerja untuk rakyat.
NasDem menghormati dukungan PAN kepada Prabowo. Namun, masih terlalu dini untuk berbicara soal kontestasi presiden di 2029.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved