Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Partai Gerindra mengkritik Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan Gus Miftah yang menghina tukang es teh saat berdakwah di Magelang, Jawa Tengah. Kritik disampaikan dengan mengunggah video Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa dirinya begitu menghormati para pedagang kaki lima. Video tersebut diunggah Gerindra melalui akun media sosialnya.
"Saya ingatkan ini, saya sangat hormat sama pedagang kaki lima, sama tukang ojol, sama tukang bakso. Si pedagang kaki lima tiap hari keluar, dia dorong itu, keringat, fisik, mencari makan untuk anak dan istrinya. Itu yang kita hormati. Mereka mulia, mereka jujur, mereka halal," tegas Prabowo dalam video tersebut.
Di dalam captionnya, Gerindra meminta para pejabat negara tidak lupa dengan pesan Prabowo Subianto tersebut. Gerindra juga mengatakan pimpinan sudah mengetahui keresahan masyarakat tersebut.
"Biar tidak ada lagi pejabat yang lupa sama omongan Pak Presiden ini. Menyikapi kejadian yang sedang ramai dibicarakan sejak tadi, pokoknya, laporan serta keresahan masyarakat sudah diterima dan diteruskan ke pimpinan," ucap admin Gerindra.
Partai Gerindra berharap, kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bagi para pejabat.
"Semoga bisa menjadi pelajaran bagi para pejabat dan tokoh-tokoh lainnya untuk lebih berhati-hati dan menjaga lisan serta perbuatannya agar tidak menyakiti dan merugikan orang lain," tandasnya.
Sebuah video yang menampilkan sosok ulama ternama, Gus Miftah, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam video tersebut, Gus Miftah terlihat berbicara dengan seorang pedagang es teh keliling yang membawa dagangannya dengan nampan di kepala.
Hingga pukul 17.19 WIB, Selasa (3/12), nama Gus Miftah menduduki trending topic di media sosial X (sebelumnya Twitter). Video yang beredar menunjukkan Gus Miftah, seorang ulama kondang dan utusan khusus Presiden, melakukan candaan yang dianggap tidak pantas kepada seorang pedagang es teh keliling.
Ucapan tersebut langsung menuai kritik tajam dari sejumlah netizen, yang menganggapnya sebagai bentuk penghinaan terhadap pedagang tersebut. (Z-11)
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Konsep KTR tidak semestinya diberlakukan secara kaku tanpa membaca kultur ekonomi di lapangan.
Koalisi UMKM menandatangani petisi bersama yang mendesak DPRD DKI tidak terburu-buru mengesahkan Raperda KTR sebelum mengecek langsung kondisi lapangan.
PARA petani Kabupaten Lebak, Banten, menyambut positif pengoperasian gerbong kereta api (KA) petani dan pedagang di wilayahnya.
Penataan dilakukan untuk memberikan ruang usaha lebih layak dan representatif bagi para pedagang, sekaligus menjaga fungsi ekologis taman.
Ratusan lapak itu dikuasai oleh beberapa orang untuk dijual kembali ke pedagang kecil.
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid meminta Presiden Prabowo Subianto tidak menerima pengunduran diri Miftah Maulana alias Gus Miftah.
Miftah Maulana Habiburrahman, resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (6/12).
Istilah rakyat jelata menarik perhatian publik setelah Jubir Komunikasi Kepresidenan (PCO) Adita Irawati, menggunakannya saat menanggapi kasus Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana.
PERNYATAAN Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah yang dinilai menghina penjual es teh Sunhaji menjadi sorotan media massa hingga warganet di Malaysia.
Menurut Puan Maharani soal Miftah Maulana atau Gus Miftah yang menghina pedagang es teh tak sesuai arahan Presiden Prabowo.
Menag Nasaruddin Umar berharap kasus yang menimpa Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana atau dipanggil Gus Miftah menjadi pembelajaran agar pejabat bisa mengontrol diri di depan publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved