Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jendera Listyo Sigit Prabowo mengangkat Tiktoker Gunawan Sadbor sebagai duta antijudi online. Diketahui, Gunawan Sadbor sempat ditahan karena mempromosikan judi online. Beberapa waktu lalu, penahanan Gunawan ditangguhkan.
"Sementara Gunawan Sadbor saat ini kita tangguhkan dan kita jadikan dia duta untuk antijudi online," kata Listyo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Senin (11/11).
Listyo menyadari keputusan mengangkat Sadbor jadi duta antijudol akan menimbulkan pertanyaan. Namun, ia menilai Sadbor akan berperan dalam memberantas judi online nantinya.
"Intinya terhadap mereka yang belum paham kita sadarkan, kita jadikan mereka duta untuk antikampanye judi. Mereka kita manfaatkan untuk mendalami dan kembangkan siapa orang-orang di belakang mereka," kata Listyo.
Lebih lanjut, Listyo mengatakan, polisi sebelumnya menangkap Sadbor untuk pengembangan kasus. Dari hasil pendalaman, polisi menangkap dua pelaku yang merupakan marketing situs judi online.
"Dari Sadbor dari Gunawan ini kita kembangkan kita tangkap dua tersangka selaku marketing pemberi gift kepada influencer tersebut. Sementara Gunawan saat ini kita tangguhkan kita jadikan duta judol," katanya. (J-2)
KABARESKRIM Polri Komjen Wahyu Widada mengungkap pemberi gift ke Tiktokers Gunawan 'Sadbor' dan Supendi alias Toed
Dalam pengungkapan judi online, diketahui bahwa para pelaku tidak hanya menggunakan handphone milik pribadinya. Namun bisa juga menggunakan gadget di tempat perjudian.
Pelaku diketahui memiliki utang yang menumpuk bahkan telah menggadaikan sepeda motor milik istrinya senilai Rp4 juta.
Pernyataan PPATK yang menyebut di tahun 2025 untuk pertama kalinya Indonesia berhasil menekan angka judi online (Judol) dipertanyakan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan apresiasi kepada GoPay, layanan dompet digital di bawah GoTo Financial dan GoTo Group, atas kontribusinya memerangi judol.
Sepanjang 2025, PPATK menerima 43 juta laporan dari pihak pelapor, meningkat 22,5% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 35,6 juta laporan.
Penurunan drastis ini, memiliki dampak sosial yang besar karena secara langsung menyelamatkan jutaan masyarakat dari kerugian finansial akibat perjudian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved