Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengusaha batu bara Tan Paulin kini terlibat dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.
Menanggapi situasi ini, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Loies Subono Saminanto, membela Tan Paulin dan menegaskan bahwa mereka tidak saling mengenal.
“Sepengetahuan saya, Ibu Rita Widyasari tidak mengenal Tan Paulin, apalagi sampai terlibat dalam kasus gratifikasi dan pencucian uang,” kata Loies di Jakarta, Jumat, (21/9).
Baca juga : KPK: Tambang Batu Bara Rita Widyasari Terindikasi TPPU
Dia mengaku terkejut dengan pemberitaan yang menyebut nama Tan Paulin dalam konteks kasus korupsi yang sedang diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Loies menjelaskan bahwa Tan Paulin adalah seorang pengusaha batu bara yang beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Tan Paulin telah dikenal sebagai pengusaha yang fokus pada pembelian dan penjualan batu bara,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa Tan Paulin membeli batu bara dari perusahaan yang memiliki legalitas, dan semua transaksi dilakukan berdasarkan kesepakatan jual-beli yang sah.
“Jual beli batu bara murni dilakukan Tan Paulin dengan perusahaan langsung, tanpa campur tangan Rita Widyasari saat menjabat sebagai Bupati,” tegas Loies Subono. (Z-8)
Saksi ahli KPK di sidang praperadilan Yaqut Cholil Qoumas tegaskan penetapan tersangka UU Tipikor harus berdasar hasil audit kerugian negara yang nyata dan pasti.
Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
KPK kembali melakukan penggeledahan sejumlah ruangan di lingkungan Kantor Setda Kabupaten Pekalongan Jumat (6/3) siang terkait kasus korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
KPK ungkap peran anak Bupati Pekalongan dalam intervensi proyek. Simak modus PT RNB milik keluarga Fadia Arafiq dalam memonopoli proyek daerah.
KPK agendakan pemeriksaan suami (Anggota DPR) dan anak Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terkait aliran dana korupsi Rp19 miliar dan PT Raja Nusantara Berjaya.
KPK banjir dukungan warga usai menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terkait dugaan korupsi proyek outsourcing senilai Rp46 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved