Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan dukungan kepada pemerintah dan Kejaksaan Agung mengusut tuntas dugaan kecurangan (fraud) pemanfaatan fasilitas kredit Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Penegakan hukum diperlukan agar permasalahan dapat segera diselesaikan dan tak berlarut berkepanjangan.
“Kami mendukung proses penegakan hukum yang tengah ditempuh supaya kasus ini segera terselesaikan,” ujar Anggota Komisi XI DPR Puteri Anetta Komarudin saat dihubungi, Selasa (19/3).
Dia mengatakan, dugaan fraud tak lepas dari lemahnya tata kelola dan integrtias dalam penyaluran pembiayaan ekspor di LPEI. Kredit macet (non performing loan/NPL) perusahaan terekam mengalami lonjakan signifikan menjadi 22,9% di 2019.
Baca juga : Dugaan Fraud Fasilitas Kredit LPEI Cederai Eksportir Lain
Tingginya angka NPL itu, kata Puteri, membuat LPEI mengalami kerugian hingga Rp4,7 triliun pada 2019 lalu. Karenanya, dugaan fraud yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Jaksa Agung harus segera dituntaskan.
Setidaknya, dari laporan Menkeu terhadap Jaksa Agung, diduga terjadi fraud atas fasilitas kredit LPEI yang dilakukan oleh empat perusahaan. Nilai fraud ditaksir berkisar Rp2,5 triliun. Puteri menambahkan, sengkarut di LPEI juga telah menjadi perhatian di komisi keuangan sejak beberapa waktu terakhir.
“Lantaran, sejak tahun 2021, Kejagung juga sudah menetapkan sejumlah tersangka yang terlibat pada kasus tersebut. Karenanya, kami berharap laporan ini bisa segera diusut secara tuntas supaya pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran bisa ditindak tegas,” jelas Puteri.
Baca juga : Gandeng Pemprov Jatim, LPEI Bentuk Tiga Klaster Desa Devisa Baru
Lebih lanjut, dia mengatakan, Komisi XI juga telah meminta agar dilakukan rapat khusus dengan kemenkeu untuk membahas permasalahan LPEI. Rencananya rapat itu bakal dilakukan pada masa persidangan DPR kali ini.
Pengawasan terhadap LPEI, lanjut Puteri, sudah semestinya dilakukan oleh Komisi XI DPR sebagai mitra kerja. Itu menjadi krusial terutama menyangkut strategi penyelesaian kredit bermasalah yang dilakukan LPEI. “Kami terus tekankan agar LPEI dapat memperbaiki tata kelola penyaluran pembiayaan ekspor agar semakin pruden dan objektif,” tutur Puteri.
“Kami juga ingatkan agar LPEI memperkuat upaya mitigasi risiko supaya kejadian tidak berulang. Sebab tidak hanya negara yang telah dirugikan, tapi juga kesempatan para eksportir kita yang memerlukan pendanaan juga jadi terhambat,” sambungnya.
Terlebih, kata Puteri, LPEI didirikan sebagai pendorong pembiayaan ekspor nasional. Karenanya, akuntabilitas dan transparansi pengelolaan pembiayaan menjadi sangat penting untuk dijaga dan dipertanggungjawabkan kepada publik. (Z-6)
. BPJS Kesehatan dan pemerintah perlu melibatkan banyak pihak, mulai dari mitra fasilitas kesehatan, asuransi swasta, hingga akademisi untuk bisa memberikan sudut pandang yang komprehensif.
Februari lalu, eFishery menunjuk pihak ketiga yakni FTI Consulting sebagai pengelola manajemen sementara untuk memfasilitasi kajian bisnis yang menyeluruh dan objektif usai temuan fraud.
OJK telah mengendus potensi penyimpangan atau fraud dalam transaksi surat kredit ekspor (letter of credit/LC) PT Bank Woori Saudara sejak 2023.
Pemberantasan fraud merupakan bagian dari strategi utama perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan keberlanjutan bisnis.
KPK mengendus adanya potensi fraud dalam pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG).
Sanksi harus fokus pada oknum dan otak dari tindakan klaim fiktif tersebut. Sehingga oknum yang terlibat harus mengganti kerugian yang dialami BPJS Kesehatan atas dugaan fiktif tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved