Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTRAK yang dijalin antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan raksasa teknologi asal Tiongkok, Alibaba, tidak serta merta menandakan adanya masalah ataupun pelanggaran hukum. Hal itu diakui sendiri oleh Ketua Yayasan Advokasi Hak Konstitusional (Yakin) Ted Hilbert, pihak yang menyeret KPU ke Komisi Informasi Pusat (KIP).
Menurut Ted, KPU menjalin kontrak dengan PT Alibaba Cloud Indonesia melalui proses tender. Alicloud Indonesia sendiri memiliki tiga data center di Indonesia, dua di Jakarta Pusat dan satu di Cikarang. Ia menyebut semua data center itu telah tersertifikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika.
"Artinya, bisa saja semua server ada di Indonesia dan semua baik-baik saja. Untuk lokasi sebenarnya server-server KPU, kita harus menunggu hasil persidangan," kata Ted kepada Media Indonesia, Sabtu (16/3).
Baca juga : Kontrak KPU dengan Alibaba Penting Dibuka
Keterbukaan informasi mengenai kontrak KPU dengan Alibaba merupakan satu dari tiga sengketa yang diajukan Yakin ke KIP. Dua sengketa lainnya, yakni permohonan informasi mengenai data mentah real count pemilu dan data daftar pemilih tetap (DPT) serta hasil pemilihan sejak 1999.
Ted mengungkap, kontrak antara KPU dan Alibaba Cloud terpublikasi pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) KPU di laman Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dengan menggunakan kata kunci 'cloud'.
Nama paket yang tertera pada kontrak tersebut adalah Pengadaan Cloud Aplikasi Pemilu Tahun 2024 dengan pagi Rp15 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2024.
Berdasarkan deskripsi uraian pekerjaan, sewa jasa cloud dimaksudkan agar layanan kepemiluan pada 2024 serta sejumlah website KPU dapat tetap berjalan jika terjadi bencana, kebakaran, kegagalan hardware, kelalaian manusia, dan peretasan.
Website-website KPU itu yakni Sidalih, Sipol, SIlon, Siakba, Sidapil, Silog, Sikadeka, Sikum, Satu Peta Data, E-Coklit, Sirekap, dan Lapor Pemilih yang berada di Data Center KPU RI. (Tri/Z-7)
Rencana penambahan pusat data dilakukan untuk meningkatkan cakupan infrastruktur dan tetap unggul dalam memenuhi permintaan global
Pameran China (Indonesia) International E-commerce Industry Expo 2025 yang akan berlangsung pada 3-5 September 2025 akan berusaha mengundang Alibaba Group.
"Dilatih dengan dataset masif berisi 36 triliun token, Qwen3 menghadirkan kemajuan signifikan dalam penalaran, pemahaman instruksi, hingga tugas multibahasa,"
Qwen 2.5-Max disebut mengungguli hampir di semua aspek GPT-4o, DeepSeek-V3, dan Llama-3.1-405B.
Alibaba Cloud dan OBS memperkenalkan OBS Cloud 3.0 sebagai tulang punggung penyiaran untuk Olimpiade Paris 2024.
KIP mengabulkan permohonan sengketa informasi yang diajukan Yayasan Advokasi Hak Konstitusional (Yakin) terhadap KPU terkait kontrak antara KPU atau perwakilannya dan Alibaba Cloud
BPIP meraih predikat Informatif dengan nilai 93,35 pada Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).
Kementerian Hukum kembali meraih predikat badan publik informatif dari Komisi Informasi Pusat, keempat kalinya secara berturut-turut.
Perum Jasa Tirta II (PJT II) menegaskan komitmennya dalam keterbukaan informasi publik melalui partisipasi dalam Pameran Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025.
Komisi Informasi Pusat (KIP) RI resmi menutup Pameran Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025 di Jakarta.
Puluhan mantan pegawai KPK satu suara meminta dipulangkan.
Mengusung tema “Membangun Akses Informasi untuk Kemandirian Indonesia dan Berdaya Saing Global,” pameran ini diharapkan menjadi ruang interaktif antara pemerintah, badan publik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved