Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto merespons isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi kader partai tersebut. Namun, Airlangga merespons dengan berkelakar bahwa Jokowi dan Golkar sudah rapat karena unsur kedekatan.
"Pak Jokowi dan Partai Golkar memang sudah rapat," kata Airlangga di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (10/3).
Airlangga mengatakan Jokowi kerap hadir dalam setiap iklan-iklan Golkar. Hal itu diklaim sebagai bentuk makin dekatnya Kepala Negara dengan Golkar.
Baca juga : Golkar Buka Pintu untuk Jokowi Bergabung
"Jadi karena sudah rapat sudah beriringan lihat saja iklan-iklan Partai Golkar bersama Pak Jokowi. Sehingga tentu itu menunjukan bahwa kedekatan Pak Jokowi dan kenyamanan Pak Jokowi dengan Partai Golkar," ucap Airlangga.
Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan Golkar sejatinya terbuka oleh siapapun untuk bergabung. Semua elemen masyarakat yang punya visi yang sama dengan Golkar akan dibukakan pintu.
"Jangankan seorang presiden, seorang rakyat biasa saja ya kalau mereka merasa aspirasinya sama, kepentingannya sama, perjuangannya sama, nilainya sama, dan ingin bergabung dengan Partai Golkar, satu anggota masyarakat saja kami sangat senang sekali, apalagi seorang presiden," ucap Doli. (Z-8)
Jokowi diminta jangan sekadar mencari muka menyetujui pengembalian Undang-Undang No.19/2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi atau UU KPK Lama.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi diisukan menjadi Watimpres. Jokowi merespons akan tetap di kediamannya di Solo
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo dicecar pertanyaan penyidik Polda Metro Jaya dengan 10 pertanyaan mendalam selama 2,5 jam di Mako Polresta Surakarta, Rabu (11/2).
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved