Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mengungkapkan rasa bangganya saat Bali ditunjuk sebagai tempat diberlangsungkannya Program Pemantauan Pemilu atau Election Visit Program (EVP) 2024. Menurutnya, selain dapat menunjukan proses demokrasi Indonesia di mata dunia, penunjukan Bali juga dapat menjadi media promosi pariwisata Indonesia ke dunia internasional.
“Kita juga sangat berbangga dan berbahagia, pada akhirnya kegiatan EVP 2024 ini dilakukan di Bali. Tentu kita ingin menunjukkan di samping proses pemilu yang baik, bagaimana budaya Indonesia, budaya Bali, bagaimana destinasi yang ada di tanah dewata,” kata Putu usai menyampaikan sambutannya sekaligus membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait sistem dan penyelenggaraan pemilu 2024, di Denpasar Bali, Selasa (13/2).
Diketahui, nantinya para observer dari berbagai delegasi parlemen negara sahabat dan tiga organisasi parlemen dunia akan ikut meninjau langsung proses pemungutan dan penghitungan suara di tiga lokasi di Provinsi Bali. Yang mana, Putu menjelaskan ketiga TPS yang telah ditunjuk mempunyai keunikannya tersendiri.
Baca juga: Pemilih Diminta Pelototi TPS dan Hasil Penghitungan Pemilu 2024, Cegah Kecurangan
“Akan ada tiga kunjungan ke TPS, satu itu di desa wisata Panglipuran, sangat indah desanya, sudah sering mendapatkan penghargaan dari berbagai organisasi internasional. Yang kedua di Jimbaran, itu juga sebuah desa wisata yang sering menghadirkan kuliner, fresh seafood. Yang ketiga adalah di sebuah SD, di kawasan GWK. Jadi artinya, dalam momen ini, proses demokrasi ini mereka bisa langsung hadir ke TPS dan di TPS pun, mereka bisa menikmati keindahan alam,” jelas Anggota Komisi VI DPR RI ini.
Sehingga menurut Putu, pelaksanaan EVP 2024 di Bali ini bisa mendapatkan tiga keuntungan sekaligus. “Jadi sebetulnya ada 3 in 1 di sini. Satu melihat pemilu yang transparan, yang berintegritas dan akuntabilitas. Yang kedua, juga langsung berinteraksi melihat budaya Bali. Yang ketiga, seraya dengan itu juga melihat keindahan alam dan pariwisata Bali,” sambungnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar. Ia mengungkapkan bahwa penunjukan Bali sebagai tempat dilaksanakannya EVP 2024 juga merupakan strategi untuk terus mempromosikan wisata Indonesia di hadapan dunia.
Baca juga: Tokoh Nasional Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Saat Pemungutan hingga Penghitungan Suara
“Memang kita memilih Bali, sekaligus sebenarnya kita ingin memperlihatkan bagaimana mekanisme pemilu yang dilakukan dengan sangat tertib, ada juga KPPS-nya terdiri dari perempuan semua (TPS 19 di Jimbaran), dan ini juga bagian dari strategi kita untuk terus-menerus mempromosikan wisata Indonesia kepada orang-orang luar,” pungkasnya. (S-3)
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan dukungannya dan menyetujui penambahan alokasi anggaran yang diusulkan oleh Kemendikbudristek.
Terlihat dari antusiasme delegasi yang sangat luar biasa dari hari pertama sejak kedatangan. Kemudian ada seminar mengenai sistem pemilu dan sistem demokrasi di Indonesia.
EVP 2024 di Bali juga jadi momentum yang baik untuk negara-negara lain mengenal lebih dekat Indonesia, karena kerja sama bilateral akan mudah terjalin jika ada kedekatan antar dua negara.
Sebagian dari delegasi mengapresiasi pola pemilu yang ada di Indonesia, dan tak sedikit juga yang merasa kaget dengan metode yang Indonesia gunakan.
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Dubai mencatat 17,55 juta wisatawan internasional sepanjang Januari-November 2025. Kota ini kian diminati berkat akses penerbangan, hotel beragam, dan wisata inklusif.
Data BPS mencatat lebih dari 300.000 wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Tiongkok pada Semester I-2025, menyumbang sekitar 5,6% dari total perjalanan luar negeri WNI.
tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, dinilai cerminan lemahnya tata kelola pelayanan publik di sektor keselamatan transportasi laut khususnya pariwisata
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved