Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH perempuan mengkritik keras pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) sekaligus calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD menyebut banyak suami yang terjerat kasus tindak pidana korupsi karena tuntutan istri.
Pernyataan itu sebelumnya disampaikan Mahfud saat menghadiri acara Halaqoh Kebangsaan dan Pelantikan Majelis Dzikir Al Wasilah di Asrama Haji Padang, Kota Padang, Sumatera Barat pada Minggu, (17/12) lalu. Sebelumnya, Mahfud bilang banyak suami yang terjerat kasus tindak pidana korupsi karena tuntutan istri.
"Di dalam banyak kasus, suami-suami yang terjerumus kasus korupsi karena istrinya tidak baik. Gajinya Rp20 juta belanjanya Rp50 juta. Terpaksa ngutip sana, ngutip sini," kata Mahfud dalam keterangannya .
Baca juga : KPU Larang Capres-Cawapres hingga Timses Bawa Alat Peraga Kampanye
Salah satu perempuan yang mengkritik Mahfud ialah eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Baca juga : Mahfud MD: 84% Koruptor Lulusan Perguruan Tinggi
Susi berkata, faktanya tidak selalu seperti yang disampaikan Mahfud. Secara statistik, menurutnya, pelaku korupsi lebih didominasi oleh laki-laki.
“Tidak selalu Pak. Justru secara statistik pelaku korupsi lebih banyak adalah laki@,” ucap Susi lewat akun Twitter miliknya, @susipudjiastuti.
Aktivis, Iim Fahima, juga mengkritik pernyataan Mahfud. Dia heran mengapa laki-laki yang disebut sebagai makhluk rasional bisa bertindak tidak rasional. Iim pun menasehati tim Mahfud menjadi Mahfud agar tidak terpeleset.
“Lho, katanya laki-laki makhluk rasional, kok tindakannya ga rasional? Katanya pemimpin perempuan, kok kalah pengaruh sama istri? Katanya jadi imam karena tegas, kok ga tegas urusan begini? Ayo team Pak Mahfud, harap dijaga supaya bapaknya ga kepeleset,” ucap Iim lewat Twitter, @iimfahima.
Psikolog dan praktisi kesehatan masyarakat, Diah Satyani Saminarsih, ikut menyampaikan pandangannya. Diah menyayangkan narasi misoginistik masih terus dikedepankan.
Ia pun bilang ke Mahfud bahwa perempuan di masa sekarang sudah memiliki karir dan penghasilan yang baik.
“Sayang banget narasi misoginistik spt ini masih dikedepankan terus. Berhenti plis. Istri2 jaman skrg punya karier dan penghasilan bagus, lho pak,” kata Diah lewat Twitter, @DiahSaminarsih.
Sebelumnya, Mahfud mengatakan perempuan bertugas memajukan negara dan bangsa dengan menjadi ibu dan istri yang baik. Selain itu, mendorong suami agar selalu berbuat baik di tempatnya bekerja.
Menurut Mahfud, kaum perempuan juga adalah tiangnya negara. Jika perempuannya baik, maka negaranya baik. Begitu sebaliknya.
"Ibu-ibu punya peran penting membangun negara," ujarnya.
Mahfud pun mengingatkan ibu-ibu Majelis Dzikir Al Wasilah terkait pentingnya berorganisasi dengan benar. Menurutnya, kebenaran jika tidak diorganisir dengan baik, maka akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir dengan baik.
Ia lantas mengutip ungkapan surga berada di bawah telapak kaki ibu. Artinya kaki ibu sebagai tempat berjalan menuju kebaikan. Nasib generasi, tergantung sikap ibunya.
"Kalau ibunya baik, maka akan baik juga anaknya. Ibu-ibu hendaknya rajin menanamkan ajaran agama dengan baik. Arahkan anak dan keluarga dengan baik," katanya. (Z-8)
Pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan mentor berpengalaman di bidang UMKM mengenai permasalahan dalam bisnisnya
DI setiap situasi konflik dan bencana, perempuan kini dipersepsikan dominan sebagai aktivis pendorong keadilan dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Perjuangan untuk Palestina tidak hanya dilakukan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui doa, edukasi, dan penyadaran masyarakat.
Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menggelar program Amazon Girls’ Tech Day untuk menginspirasi dan mempersiapkan generasi perempuan menghadapi masa depan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved