Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJARAH Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia mencerminkan salah satu perwujudan paling penting dari kedaulatan rakyat, saat peran masyarakat sangat signifikan dalam menentukan arah kepemimpinan nasional.
Peristiwa itu pertama kali terjadi di Indonesia pada 1955 dan menjadi tonggak bersejarah yang menandai partisipasi aktif rakyat dalam proses demokrasi.
Pemilihan umum pertama di Indonesia diadakan pada 29 September 1955 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sementara pemilihan umum kedua digelar pada 15 Desember 1955 untuk memilih anggota Dewan Konstituante.
Baca juga: Ini Tips Menghindari Penipuan Deepfake Terkait Pemilu 2024 dari Kaspersky
Pemilu ini merupakan satu momen krusial yang terjadi selama masa pemerintahan Kabinet Burhanudin Harahap dan kepemimpinan Presiden Soekarno.
Menurut Naskah Sumber Arsip Seri Pemilu, pemilihan umum pertama ini merupakan tahap awal dalam sejarah pemilu Indonesia.
Pada saat itu, Indonesia dibagi menjadi 16 daerah pemilihan, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta Raya, Sumatra Selatan, Sumatra Tengah, Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara-Tengah, Sulawesi Tenggara-Selatan, Maluku, Sunda Kecil Timur, Sunda Kecil Barat, dan Irian Barat.
Baca juga: ASN Yogyakarta Harus Jaga Netralitas Demi Wujudkan Pemilu Damai di Ruang Digital
Sistem pemilihan yang digunakan pada waktu itu merupakan kombinasi antara sistem distrik dan sistem perwakilan berimbang.
Sistem distrik mengharuskan wilayah negara dibagi menjadi distrik-distrik pemilihan berdasarkan jumlah penduduk, dengan setiap distrik memilih satu anggota badan perwakilan rakyat.
Sementara sistem perwakilan berimbang menetapkan wilayah negara sebagai satu daerah pemilihan yang dibagi menjadi beberapa daerah pemilihan administratif, dengan jumlah anggota badan perwakilan rakyat yang ditentukan berdasarkan jumlah penduduk.
Selain itu, pemilih memiliki kebebasan untuk memilih organisasi peserta pemilu (OPP), yang kemudian mengajukan calon-calon yang diatur dalam satu daftar.
Kursi yang akan diperoleh oleh setiap OPP ditentukan secara seimbang dengan besarnya dukungan pemilih, berdasarkan jumlah suara yang diperoleh.
Pemilu pertama ini mendasarkan pelaksanaannya pada asas-asas yang sangat penting, seperti jujur, umum, berkesamaan, rahasia, bebas, dan langsung.
Asas-asas ini memastikan bahwa pemilihan dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, semua warga negara memiliki hak memilih dan dipilih, suara setiap pemilih memiliki nilai yang sama, suara pemilih tetap rahasia, pemilih bebas menentukan pilihannya tanpa tekanan, dan pemilih langsung memberikan suaranya tanpa perantara.
Sejarah pemilihan umum pertama di Indonesia adalah sebuah cerminan dari betapa pentingnya partisipasi rakyat dalam menentukan arah masa depan negara.
Meskipun dilakukan lebih dari setengah abad yang lalu, pemahaman kita tentang peristiwa ini tetap berharga dan relevan dalam konteks perkembangan demokrasi Indonesia saat ini. (Z-1)
Panduan lengkap optik geometri lensa. Pelajari rumus jarak fokus, kekuatan lensa (dioptri), sinar istimewa, hingga pembahasan soal fisika kelas 11.
Daftar lengkap rumus Fisika SMA kelas 10-12. Panduan esensial untuk ujian sekolah dan UTBK SNBT disertai tips logika menghafal cepat
Dalam dunia bisnis dan investasi, terlalu banyak pilihan justru menciptakan distraksi dan kelelahan mental. Bagi Timothy Ronald, menyederhanakan hidup adalah kunci utama pertumbuhan.
Ingin tahu ringkasan IPA kelas 9? Berikut rangkumannya.
Apa saja garis besar pelajaran IPA kelas 8? Berikut rangkumannya.
Nah, apa saja rangkuman pelajaran IPA kelas 7 SMP? Berikut uraiannya.
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Berdasarkan data komparatif internasional, sistem campuran justru berisiko menimbulkan ketimpangan antara perolehan suara dan kursi di parlemen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved