Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo menilai pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh telah melumerkan kesan permusuhan antara keduanya yang muncul sejak akhir tahun lalu.
"Bagaimana pertemuan kemarin itu rekonsiliasi. Di satu sisi, Surya Paloh bisa memahami sikap Jokowi. Jokowi bisa memahami pilihan politik Surya Paloh. Dan bagaimana ke depan pemilu bisa dalam suasana damai," terang Ari.
Sebelumnya, muncul anggapan bahwa hubungan Jokowi dan Surya Paloh merenggang sejak deklarasi NasDem yang mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden. NasDem juga menjalin koalisi dengan partai di luar pemerintah. Hal itu memunculkan prasangka dan prediksi bahwa hubungan keduanya akan semakin meruncing dan memburuk.
Baca juga: Jokowi Akui Pertemuannya dengan Surya Paloh Membahas Politik
Menurut Ari, pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa kristalisasi kekecewaan, keretakan hubungan, konflik antara keduanya telah mereda.
"Mereka menyadari bahwa kepentingan bangsa dan negara, sebagai teladan politik, bahwa pemilu jangan sampai mencederai persaudaraan anak bangsa. Dua tokoh ini ketika kemarin bertemu menyampaikan pesan itu ke publik," tegasnya.
Baca juga: Hubungan Jokowi-Surya Paloh Bisa jadi Role Model Politisi Tanah Air
Di sisi lain, Ari juga menilai Jokowi tidak mempersoalkan sosok bakal calon presiden (capres) yang diusung oleh NasDem, tetapi justru lebih pada narasi yang diusung NasDem.
"Bukan ke sosok Anies-nya, tapi soal narasinya. Presiden ingin semua programnya berlanjut, namun Nasdem justru mengusung narasi perubahan, bahkan antitesa. Prabowo dan Ganjar mengusung narasi melanjutkan program, sedangkan Anies mengusung perubahan,” lanjutnya.
Penilaian itu diperkuat dengan kabar bahwa Jokowi sempat menanyakan sosok cawapres Anies Baswedan saat pertemuan dengan Surya Paloh.
"Jadi ketika menanyakan cawapres Anies, sebenarnya presiden sudah konfirmasi bahwa presiden bukan ingin menjegal Anies," tegasnya.
Ari menjelaskan cawe-cawe presiden bukan diterjemahkan untuk menjegal Anies, melainkan lebih pada gestur dukungan pada Ganjar dan Prabowo yang mengusung narasi pelanjutan program Jokowi.
"Apa pun pilpres akan lebih menarik jika ada yang mengusung melanjutkan Jokowi, ada yang mengusung gagasan perubahan. Ini jadi menarik untuk publik dan menjadi pendidikan politik," tandasnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai, pencapresan Anies Baswedan bergantung sekali dengan sikap politik Ketum Nasdem Surya Paloh.
“Ya tergantung Pak Surya Paloh kalau dia konsisten mendukung Anies dengan koalisi perubahannya, artinya tiga pasang,” ujar Ujang.
Tiga pasang capres-cawapres yang dimaksud adalah capres Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Namun Ujang mengingatkan, dinamika pencapresan ini masih akan terus terjadi sampai hari pendaftaran capres-cawapres.
“Jadi tergantung nanti kita lihat Oktober 2023, empat bulan lagi, siapa capres-cawapres yang didaftarkan koalisi partai,“ sebut Ujang.
Meski mengambil peran oposisi jelang Pemilu 2024, Partai Nasdem masih berada dalam pemerintahan Kabinet Indonesia Maju.
“Masih ada dua kader Nasdem di kabinet, di saat yang sama Nasdem dibiarkan untuk mengusung Anies, untuk berkoalisi sendiri dengan PKS dan Demokrat. Mungkin pak Jokowi melihat bahwa Nasdem atau Surya Paloh serius mengusung Anies ya dibiarkan saja,” jelas Ujang yang juga dosen di Universitas Al Azhar ini.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan Ketum Nasdem Surya Paloh. Pertemuan ini diapresiasi sebagai bentuk profesionalitas presiden.
“Saya melihatnya jokowi serius memainkan peran dan bisa membedakan antara di politik dan kabinet,” kata Ujang.
Apa pun gerak Jokowi akan memberi manfaat bagi dirinya. Sebagai Presiden maupun King Maker Pemilu 2024.
“Mungkin saja Jokowi sedang ingin membangun sebuah kekuatan baik di kabinet maupun dalam konteks koalisi partai-partai, dengan menjadi king maker, ingin berperan besar dalam koalisi pasangan capres-cawapres,” tandas Ujang. (Z-7)
KEMARIN, Partai NasDem genap berusia 14 tahun. Dalam tiga kali kesertaan di pemilu presiden dan legislatif, NasDem terus bergerak maju secara elektoral
Lili Romli berharap partai yang kalah diharapkan mengambil posisi sebagai partai oposisi agar mekanisme check and balances berjalan.
ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menilai pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tentang konsistensi ucapan dan perbuatan merupakan bentuk sindiran.
ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menilai Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bersikap bijaksana dengan menyatakan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh meminta para kadernya untuk menjadi teladan di tengah masyarakat, keteladanan dibutuhkan menghadapi tantangan politik dan kehidupan kebangsaan.
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan partainya berkomitmen mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved