Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden dari Partai Gerindra Probowo Subianto lebih diuntungkan dalam hal isu ekonomi pascapandemi Covid-19 dibandingkan capres lain. Hal itu terjadi karena tiga tahun pandemi Covid-19 telah membuat isu ekonomi semakin dianggap paling penting oleh mayoritas pemilih.
Demikian temuan riset terbaru survei LSI Denny JA yang dirilis Senin (29/5). Survei dilakukan pada 3-14 Mei 2023 secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia . Margin of error survei ini sebesar 2,9%.
"Setelah pandemi, survei terbaru LSI Denny JA Mei 2023 menemukan bahwa pemilih yang menyatakan isu ekonomi sebagai hal yang paling penting, meningkat menjadi 64,7%," ujar peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa.
Pada pada 2019, survei LSI Denny JA menemukan bahwa pemilih yang menyatakan isu ekonomi sebagai hal yang paling penting sebesar 42,3%. Sedangkan pemilih yang menyatakan isu hukum sebagai hal paling penting sebesar 14.5% disusul isu politik 11,7%. Pentingnya isu ekonomi akibat Covid-19 mengalami kenaikan sebesar 22,4%.
Menurut temuan LSI Denny JA, tiga tahun Covid-19 membuat publik tidak puas di tiga isu yaitu soal lapangan pekerjaan, kemiskinan, dan kesejahteraan petani, buruh, serta nelayan. Kepuasan terhadap tiga isu tersebut di bawah 50%.
Namun, isu pemimpin yang kuat (strong leader) untuk menumbuhkan ekonomi sangat tinggi, mencapai 85,6%. Di antara tiga capres yang muncul ke permukaan saat ini, Prabowo merupakan capres yang lebih mengesankan strong leader yang menumbuhkan ekonomi. Prabowo berada di urutan pertama dengan 56,2% diikuti Anies Baswedan dengan 18.7%, dan Ganjar Pranowo dengan 14,8%. "Semakin isu strong leader tumbuhkan ekonomi meluas, semakin Prabowo menjulang, semakin Ganjar menurun," paparnya.
Dikatakan, Prabowo berada di posisi teratas isu strong leader untuk pertumbuhan ekonomi dan Ganjar di posisi terbawah, disebabkan beberapa hal. Pertama, petugas partai versus pendiri/ketua umum partai. Istilah petugas partai melemahkan figur Ganjar dihadapan Prabowo yang merupakan pendiri dan ketua umum partai.
Kedua, rekam jejak kepemimpinan Ganjar di Jawa Tengah yang dinilai gagal mengatasi kemiskinan. "Ketiga, rekam jejak dibandingkan dengan capres lain, Prabowo terkesan pemimpin yang diterima di spektrum politik yang lebih luas, untuk kuat memulai kebangkitan ekonomi," jelas Ardian.
Keempat, rekam jejak cita-cita Prabowo soal ekonomi Indonesia menjadi macan asia sudah dikenal luas sejak pilpres 2014, 9 tahun yang lalu. Kelima, rekam jejak sejak pilpres sebelumnya (2014), prabowo sudah dikenal mempopulerkan mengangkat ekonomi rakyat.
"Keenam, rekam jejak ekonomi Anies di Jakarta belum diketahui secara luas oleh pemilih Indonesia. "Ini yang membuat Anies Baswedan belum menonjol soal ekonomi," ujarnya. (RO/R-2)
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Hasil survei nasional ungkap tantangan dan rumuskan arah kebijakan baru.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Berdasarkan survei, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Polri dan berharap dapat menjadi simbol supremasi sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved