Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Bareskrim Polri telah menangkap peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin di wilayah Jombang, Jawa Timur. Andi ditangkap karena melontarkan ujaran kebencian terhadap Muhammadiyah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengapresiasi tindakan tegas oleh Bareskrim Polri.
"Saya berterima kasih kepada pihak kepolisian dan kepada warga masyarakat luas terutama warga Muhammadiyah yang telah mampu menghadapi masalah ini dengan tenang dan hati jernih," ujar Anwar kepada Media Indonesia, Senin (1/5).
Baca juga: Tangkap Oknum Peneliti BRIN, Polri Turut Jaga Kerukunan Umat Beragama
Lebih lanjut, Anwar mengatakan bahwa penangkapan tersebut telah dia prediksi sebelumnya. Ia sangat meyakini bahwa hal yang dilakukan Andi Pangerang merupakan tindak pidana.
"Sebelumnya saya sudah menyatakan bahwa saudara AP tersebut sudah melakukan tindak pidana dan saya yakin pihak kepolisian pasti akan memprosesnya. Sekarang keyakinan saya sudah terbukti," kata Anwar.
Baca juga: Polisi Tangkap Peneliti BRIN Andi Pangerang yang Ancam Membunuh Warga Muhammadiyah
Ia pun meminta masyarakat untuk mengikuti proses hukum yang berjalan.
"Oleh karena itu kita tunggu saja proses selanjutnya karena yang namanya masalah hukum itu di situ ada prinsip praduga tidak bersalah dan kesamaan semua orang di depan hukum," sambung Anwar.
Dia juga menegaskan bahwa kasus tersebut menunjukkan bahwa siapa pun yang melakukan tindak pidana, penegak hukum tidak akan berdiam diri saja. Hal itu, lanjutnya, semestinya menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk berhati-hati dalam bersikap.
"Jadi siapa pun dia kalau dia melakukan tindak pidana, penegak hukum tidak akan mendiamkan. Itu sudah dilakukan oleh pihak kepolisian sehingga keraguan masyarakat kepada pihak kepolisian sudah terjawab," tandas Anwar. (Z-11)
Peneliti menemukan bahwa batu permata yang memiliki nilai jauh lebih rendah bisa memberikan petunjuk penting untuk mengetahui apakah ada kemungkinan berlian
Sang peneliti Dr. Widiastuti Setyaningsih dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian,Fakultas Teknologi Pertanian meraih Ristek Kalbe Science Award (RKSA) 2025.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Penelitian yang diterbitkan di Global Change Biology, meneliti hampir 30.000 spesies amfibi, burung, mamalia, dan reptil. Studi ini mengkaji bagaimana peristiwa panas ekstrem
Seiring planet mendingin, para ilmuwan memperkirakan mantel akan berkembang menjadi lapisan-lapisan berbeda dengan komposisi kimia yang berbeda, seperti bagaimana jus beku
Para peneliti sudah lama memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan ancaman bagi pika di bagian barat Amerika.
UU ITE 2024 tidak menghapus sanksi pidana bagi penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Regulasi baru justru memperjelas batasan jenis kebohongan digital
Kepolisian mengungkap motif ekonomi di balik tindakan Adimas Firdaus alias Resbob yang menghina suku Sunda saat melakukan siaran langsung di media sosial.
Kepolisian Daerah Jawa Barat resmi menetapkan YouTuber Muhammad Adimas Firdaus, yang dikenal dengan nama Resbob, sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian
Adimas Firdaus, atau yang dikenal dengan nama Resbob, sempat berupaya berupaya melarikan diri setelah tersandung kasus ujaran kebencian
Polda Jabar menekankan, dugaan ujaran kebencian yang dilontarkan pelaku dalam tayangan media sosialnya telah menimbulkan keresahan serta reaksi luas di tengah masyarakat.
Resbob ditetapkan sebagai tersangka karena konten siaran langsung (live streaming) di kanal YouTube miliknya yang memicu kegaduhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved