Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
TNI dan Polri memang didesain sebagai alat kekerasan negara. Maka menghilangkan budaya kekerasan di lingkungan TNI-Polri adalah gagasan yang naif. Hal itu diungkapkan setelah hari ini lagi-lagi ramai diberitakan soal pertikaian antara TNI-Polri, tepatnya kasus penyerangan Mapolres Jeneponto oleh ratusan orang yang diduga anggota TNI.
"Mereka memang ditempa untuk mampu melakukan kekerasan yang sepatutnya. Sehingga yang masih mungkin dilakukan adalah meminimkan peluang tindakan impulsif dan kekerasan eksesif," kata Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi di Jakarta, Kamis (27/4).
Dan salah satu kuncinya, lanjut dia, adalah penegakan disiplin. Di mana, yang bersalah harus dihukum. "Para pimpinan terutama di lapangan harus mampu melakukan memberi teladan dan meningkatkan pengawasan. Bukan malah membiarkan atau malah memfasilitasi arogansi dan aksi main hakim sendiri," ucap dia.
Baca juga: Penyerangan Mapolres Jeneponto Akibat Anggota TNI Tak Terima Dikeroyok, Ini Kronologinya
Menurut dia, menghilangkan budaya kekerasan tidak relevan dengan fakta bahwa kekerasan fisik antarkelompok juga tetap sangat potensial terjadi di lingkungan yang dianggap jauh dari budaya kekerasan.
Akan tetapi, lanjut Fahmi, mental kompetisi dan potensi kekerasan antara dua kelompok kuat ini merupakan masih sangat mungkin dikelola dan dialihkan pada hal-hal yang lebih positif dan berorientasi pada prestasi.
Di sisi lain, sambung dia, Polri juga memiliki masalah sendiri. Sebagai lembaga yang bertugas melindungi dan mengayomi masyarakat, kata dia, lembaga ini masih belum cukup berhasil memperbaiki kepercayaan maupun citra dan reputasi yang memburuk di mata masyarakat setelah didera sejumlah masalah. "Para anggota TNI di lapangan, sebagai bagian dari masyarakat juga saya kira tidak terlepas dari hal ini.:
Baca juga: Mapolres Jeneponto Diserang, Kapolda Sulsel Minta Anggotanya Tetap Profesional
Karena itu penting untuk mengingatkan para anggota Polri agar berhati-hati, menjaga sikap dan perilaku dalam pergaulan di tengah masyarakat.
"Bagaimanapun, polisi ini meski kinerjanya baik dia masih bisa dibenci, terutama oleh para pelaku kejahatan dan pelanggar hukum. Apalagi jika kinerjanya buruk, masyarakat pasti tidak suka," tutupnya.
(Z-9)
WAKIL Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak aparat kepolisian untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat guna mencegah meluasnya aksi main hakim sendiri.
Boni mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membentuk posko pengaduan khusus bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini.
Korban berhak mendapatkan perlindungan hukum dan perawatan medis terbaik dari negara.
Kesadaran hukum yang tinggi di tengah masyarakat secara otomatis akan memperkuat kredibilitas Polri dalam menjalankan fungsinya.
KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026)
MABES Polri bersama Jurnalis Trunojoyo menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim piatu dan kaum dhuafa di Masjid Al Ikhlas, Joglo, Jakarta Barat, Rabu (11/3).
JAJARAN TNI-AL dan Polda Papua Barat harus menjalankan investigasi dengan transparan untuk mengusut penyebab utama bentrok TNI-Polri di Sorong.
Membangun soliditas dan sinergitas dengan seluruh komponen bangsa merupakan pilar penting dalam pembangunan Indonesia. Apalagi unsur TNI-Polri sebagai pertahanan dan keamanan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved