Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TOTALITAS 18 tahun membangun ekosistem pendidikan di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, menjadi prestasi tersendiri untuk membangun optimisme membawa Sukabumi menjadi daerah nomor satu dalam 10 tahun ke depan.
Hal tersebut terungkap saat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat mewawancarai bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) NasDem Jawa Barat (Jabar) untuk DPR RI, H Ayep Zaki. Paparan tersebut Ayep kemukakan di hadapan pewawancara Onnie Soerono Sandi, Fauzan Ali Rasyid, dan Tahrir.
NasDem Jabar menghadirkan puluhan Bacaleg dari seluruh daerah pemilihan (Dapil) Jabar 1-11 untuk mendalami jiwa petarung mereka. Ayep yang juga anggota Bidang Pertanian, Peternakan, dan Kemandirian Desa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem menjawab dengan lugas dan optimistis berbagai pertanyaan yang dilontarkan.
"Saya bekerja di Sukabumi membangun ekosistem pendidikan sejak 2005. Artinya sudah 18 tahun. Saya punya komunitas khusus yang aktif di bidang usaha kecil menengah (UKM). Paling tidak saya ada 80 UKM yang saya bina langsung dan ada sekitar 14 lembaga pendidikan di kabupaten dan Kota Sukabumi," ungkap Ayep, Kamis (23/2).
Ayep menjalani wawancaranya pada sesi kedua sekitar pukul 10:30-12:30 wib. Dengan lugas ia mengungkapkan optismismenya meraih satu kursi DPR RI, satu kursi DPRD provinsi, dan enam kursi DPRD Kabupaten Sukabumi dengan ditambah DPRD Kota Sukabumi. "Kemungkinan besar kalau Kota Sukabumi bisa lebih dari tiga, bahkan bukan mustahil empat atau enam," tandasnya.
Dengan program nyata yang telah dikembangkan belasan tahun di Sukabumi, Ayep menghadirkan optimisme bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat ke depan. Ia hanya ingin terus bekerja mengantarkan kota kelahirannya tersebut sejahtera dan menjadi nomor satu di Indonesia selama 10 tahun ke depan.
Ayep bertekad melebarkan spektrum ekosistem pendidikan maupun pertanian di Sukabumi raya melalui program-program yang lebih besar. Dia melihat upaya itu dapat ditempuh melalui partai politik yang mengawal kebijakan pro rakyat.
Menurut wakil bendahara Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) itu, NasDem mengusung gerakan perubahan restorasi Indonesia yang mampu memacu semangatnya untuk terus membawa Sukabumi makin baik. Hal itu sejalan dengan semangat Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh untuk mengibarkan spirit restorasi di Kabupaten dan Kota Sukabumi. (RO/O-2)
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Jika partai politik membangun kaderisasi hingga tingkat paling rendah, menurut dia, seharusnya yang dipercaya untuk menjadi caleg adalah kader partai yang berasal dari tempat pencalonan.
Ray menegaskan Shintia layak di PAW jika terbukti benar melakukan penggelembungan suara pada Pileg 2024 lalu. Ray menegaskan, suara dari penggelembungan suara itu tidak sah dan harus dianulir.
Ward menuturkan, istrinya merupakan kader partai sekaligus anggota legislatif di Belanda.
Surat dari DPP PDIP dibutuhkan untuk menyelesaikan perbedaan tafsir terkait penetapan caleg yang sudah meninggal pada Pamilu 2019. Dia juga menjelaskan surat balasan dari MA.
Yasonna keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 16.45 WIB. Jalur pulang dia berbeda dengan saksi lainnya.
PDIP memecat calon anggota legislatif (caleg) terpilih DPR Tia Rahmania yang belum lama ini mengkritik Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved