Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN media sosial di Jawa Barat dikhawatirkan berdampak negatif terutama saat pemilihan umum 2024. Dalam kontestasi tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat memprediksi medsos menjadi sarana penyebaran berita bohong (hoaks) serta ujaran berbau SARA.
Komisioner Bawaslu Jawa Barat, Zaki Hilmi, mengatakan, penolakan
politisi berlandaskan isu SARA dikhawatirkan masih terjadi di Jawa
Barat. "Ada fenomena politik identitas dan isu SARA di medsos," katanya
saat peluncuran indeks kerawanan pemilu dan pilkada serentak 2024 di
Jawa Barat, Kamis (2/2) di Bandung.
Menurutnya, penggunaan media sosial untuk hal negatif tersebut bisa
digunakan oleh peserta pemilu maupun tim suksesnya. "Juga ditambah
partisipasi publik dalam memberikan sikap atau tanggapan di medsos."
Oleh karena itu, dia memastikan, pihaknya tidak akan menoleransi hal itu dengan segera menghapus unggahan di medsos terkait politik identitas dan berbau SARA. "Kami akan takedown, bekerja sama dengan semua platform medsos," katanya.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Bedi Budiman
mengakui potensi politik identitas itu masih ada di wilayahnya. Dia berharap pada pemilu 2024 kondisi di masyarakat bisa lebih baik.
"Seperti yang kita lihat di pemilu 2019, semoga pada 2024 nanti tidak terulang," tegasnya. (N-2)
Tanpa perubahan mendasar, parlemen berpotensi semakin dikuasai kelompok bermodal besar.
Taufan menyoroti persoalan ambang batas parlemen yang menurutnya menjadi isu penting dan membutuhkan kajian panjang serta komprehensif agar dapat ditentukan metode yang paling tepat.
Perludem menilai efisiensi anggaran seharusnya ditempuh melalui digitalisasi pemilu, penyederhanaan tahapan, serta rasionalisasi badan ad hoc.
MENYIKAPI wacana kembalinya Pilkada ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan segera menyusun langkah antisipasi.
Bantuan ini merupakan kelanjutan dari komitmen Bawaslu sebagai institusi negara yang turut hadir merespons bencana alam di Sumut, di luar fungsi utamanya sebagai lembaga pengawas pemilu.
Bawaslu harus memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik bersumber dari data yang sahih, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved